Rabu, 27 Oktober 2010

PROFIL MTs. NU WAHID HASYIM SALAFIYAH JEKULO KUDUS

PROFIL MTs. NU WAHID HASYIM SALAFIYAH
JEKULO KUDUS

1. Letak Geografis
Indonesia merupakan salah satu negara yang gemah ripah loh jinawi. Begitu luasnya negara indonesia yang terdiri dari begitu banyak pulau, salah satunya pulau jawa. Pulau jawa merupakan salah satu pulau yang padat penduduknya, dan juga mempunyai begit banyak kota diantaranya kota kudus. Dikota Kudus banyak sekali pusat perbelanjaan salah satunya “Matahari Department Store”. Didepanya terdapat sebuah jalan yang membujur pamjang, hingga menuju sebuah desa yang disebut dengan desa Jekulo.
Tampak dari jauh sebuah bayang-bayang yangterlihat tidak begitu jelas. Timbul rasa penasaran dalam hati saya, apakah sebenarnya bayang-bayang itu ? maka saya mendekat untuk mencari tahu apakah itu ? dan seketika itu pula timbul rasa takjub dan kagum dalam hati saya, ternyata terdapat sebuah bangunan ditepi jalan yang berdiri dengan kokoh dan megah. Saya pun mencoba mendekat dan mendekat lagi tampak sebuah tulisan yang tidak begitu jelas karena tertutupoleh debu.
Angin yang berhembus secara perlahan meniup butiran-butiran debu nan halus tersebut. Dan tampak jelaslah tulisan itu. Perlahan akupun membacanya “MTs NU Wahid Hasyim Salafiyah”. Ya......itulah bunyi tulisan tersebut. Dalam hati kecilku timbullah rasa penasaran untuk mencari tahu, apa yang melatar belakangi berdirinya sekolah tersebut, dan disini saya akan membahas sekilas mengenai “Latar Belakang Berdirinya MTs NU Wahid Hasyim Salafiyah Jekulo Kudus”.

2. Historiografi
Setelah berhasil melepaskan diri dari belenggu penjajahan bangsa asing dan merebut Kemerdekaan Nasional pada tanggal 17 Agustus 1945 melalui pengorbanan dan perjuangan yang sangat besar, berat dan mulia oleh segenap bangsa indonesia, khuusnya umat islam selanjutnya melalui usaha dan tahapan pembangun, berbagai kemajuan dan keberhasilan dapat diraih oleh bangsa kita, termasuk disektor agama dan disektor pendidikan.
Satu fase penting dalam usaha pembangunan bangsa indonesia kala itu adalah usaha memajukan pendidikan, termasuk pendidikan yang berbasiskan agama Islam baik yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun lembaga-lembaga sosial masyarakat dan lembaga sosial keagamaan, termasuk yang dilakukan oleh jam’iyah nahdlatul ulama’ sebagai organisasi keagamaan terbesar di indonesia. Oleh karena itu perlu disadari, bahwa hanya melalui pendidikan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pembentuan moral bangsa, khususnya generasi penerus, Insyaallah akan dapat diwujudkan pembanguna dan pengembangan sumberdaya insani yang berkualitas.
Apabila kita menengok kebelakang, yaitu pada kurun waktu ekitar dekade 1950-an, boleh dikatakan perkembangan atau kemajuan dan semaraknya kehidupan beragama dan pendidikan dikalangan masyarakat, belum begitu maju dan bergairah seperti sekarang ini. Kabupaten yang memiliki predikat sebagai salah satu kota kuno/ kota wali/ kota islam di jawa dan pusat penyiaran agama. Seiring sejarah pekembangan islam pada waktu iu tercatat, hanya memiliki beberapa buah lembaga pendidikan berbasis islam dan pondok pesantren yang dapat dihitung dengan jari tangan.
Berangkat dari kondisi tersebut telah menggugah dan mendorong almaarhum bapak KH. Hambali Siraj, salah seorang ulama warga jekulo, kecamatan jekulo, kabupaten kudus, kelahiran margoyoso kajen kabupaten pati, yang merupakan salah satu dzuriyah dari al maghfirullah mbah KH. Ahmad Mutamakkin, kajen margoyoso pati. Adapun silsilah beliau sebagai berikut:
1. KH. Hambali bin siraj bin K. Ishaq bin sawijah (nyai masriah) binti R Darum bin Thoyyibah binti K. Endro Muhammad bin Syeikh KH. Ahmad Mutamakkin kajen margoyoso pati.
2. KH. Hambali bin KH. Siraj bin saminah binti Nadhirah binti Jirah binti Nyai Alfiyah / mbah Godeg binti Syeikh KH. Ahmad Mutamakkin kajen margoyoso pati.
3. KH. Hambali bin KH. Siraj bin saminah bin R. Ajilah bin Thoharoh binti Nyai Alfiyah / mbah Godeg binti Syeikh KH. Ahmad Mutamakkin kajen margoyoso pati.
Beliau bertekad merintis sekaligus merealisasikan berdirinya sebuah madrasah ibtidaiyah salafiyah jekulo yang resmi berdiri pada tahun 1374 H / 1955 M. Sebelum KH. Hambali Siraj pindah tempat (nikah dengan ibu HJ. Badi’ah binti H. Mawardi) desa jekulo kecamatan jekulo kabupaten kudus bapak KH. Hambali Siraj telah merintis atau mendirikan madrasah salafiyah didesa kajen (wetan banon) kecamatan margoyoso kabupaten Pati bersama-sama dengan KH. Baidhowi Siraj, KH. Faqihhuddin Baidhowi dan murid-muridnya. Setelah KH. Hambali Siraj ternyata pindah tempat tinggal didesa jekulo kecamatan jekulo kabupaten kudus, maka madrasah salafiyah tersebut diserahkan kepada bapak KH. Baidhowi Siraj, KH. Faqihhuddin Baidhowi, pembantu-pembantunya dan murid-muridnya. Sekarang madrasah salafiyah didesa kajen (wetan banon) kecamatan margoyoso kabupaten Pati berkembang pesat seperti MI Salafiyah, Mts Salafiyah, MA Salafiyah, dan pondok pesantren (putra dan putri) jumlah murid-muridnya (putra-putri) ± 2000 orang.
Melalui jasa panitia pendiri atau perintis yang dimotori oleh beliau dan beberapa orang pembantu,diantara mereka : KH. Ishaq Hambali, KH. Rahmat (keduanya adalah putra beliau). Kiranya perlu dicatat pada waktu itu diwilayah jekulo belum ada satupun madrasah ibtidaiyah, madrasah tsanawiyah dan madrasah Aliyah yang membuka atau melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar pada pagi hari. Dengan berdirinya lembaga pendidikan salafiyah dilingkungan jekulo hal itu dapat dibatasi dengan melaksanakan proses belajar mengajar pada pagi hari.
Beberapa tahun kemudian MI salafiyah jekulo baru memetik hsil yaitu, setelah banyak murid yang berhasil lulus, dimana sebagian besar daripada alumni yang kemudian melanjutkan atau meneruskan pendidikanya di madrasah tsanawiyah, madrasah aliyah diluar kota kudus seperti pati,rembang, jombang (jawa timur) dan lain-lain. Para alimni inilah yang setelah lulus dan menamatkan pendidikanya, kemudian kembali ke daerah asalnya dikecamatan jekulo, lantas membuka madrasah di desanya masing-masing, antara lain: di dukuh tambak jaya jekulo, didesa klaling, gondoharum, hadipolo, sadang, honggosoco dan lain-lain.
Dalam perkembanganya MI yang didirikan oleh bapak KH. Hambali Siraj terseut tidak leppas dari pasang surut, bhkan hampir sempat mengalami stagnasi sejak kondisi kesehatan beliau mulai pada 15 desember 1976 mundur, sampai kemudian wafat. Pura sulung beliau diharapkan dapat melanjutkan perjuangan lamarhum, yaitu bapak KH. Ishaq Hambali (Jekulo), karena tuntutan keluarga pada saat itu waktunya justr lebih banyak tersita pada usaha bisnis. Adapun bapak KH. Ma’shum Rosyidie (jekulo), putra menantu bapak KH. Hambali Siraj (suami HJ. Siti Masri’ah binti KH. Hambali Siraj) juga masih sibuk dengan tugasnya sebagai pejabat di kantor departemen agama kabupaten kudus.
Kesibukan KH. Ma’shum Rosyidie antara lain:
1. Mulai tahun 1969-1971, 1971-1978 menjadi anggta DPRD kabupaten Kudus dan 1978-1982 menjadi wakil ketua DPRD kabupaten Kudus.
2. Mulai tahun 1969-1979 ditunjuk sebagai dosen luar biasa oleh dekan IAIN Ushuluddin Kudus (bapak KH. Abu Amar Kudus)
3. Mulai tahun 1985-1994 (selam dua periode) menjadi ketua bagian fatwa MUI kabupaten Kudus, tahu 1994-2002 menjadi ketua umum MUI kabupaten Kudus.
Meskipun dalam keadaan tersebut KH. Ishaq Hambali lebih banyak tercurah pada usaha bisnis karena tuntutan keluarga dan bapak KH. Hambali Siraj dalam kondisi kesehatan yang masih perlu istirahat. Walauun demikian bapak KH. Ma’shum rosyidie masih sempat mendirikan (pendiri) :
1. Madrasah Tsanawiyah sultan agung (dahulu namanya GPAP 4 tahu sultan agung) didesa jekulo bersama-sama bapak Drs. Nasikhun, Bapak Hasyim S.ag, bapak H suadie, BA, bapak H. Dahwan dan lain-lain. Dan akhirnya MTs Sultan agung dipindahkan dri desa jekulo kedesa golantepus mejobo. Mengenai pengurus serta tanggung jawabnya diserahkan kepada bapak KH. Suadie, BA, bapak H. Dahwan dan lain-lain. Sedang pelajaranya dimulai bertempat di madrasah rohmatul ulum jekulo dibuka pada hari Ahad pahing, 2 januari 1970, jam 07:00-12:50 bersaman dengan hari dibukanya MTs Nurul Ulum Jekulo (pinjam tempat) digedung SP III jekulo jam 13:00-17:30. Kemudian MTs sultan agung pindah tempat dari desa jekulo ke desa golantepus mejobo di pondok bapak KH. Ahmadi golantepus dan akhirnya tentang pengurus / dewan guru diserahkan kepada bapak H. Dahwan, K. Ahmadi, bapak H suadie. BA, golantepus dan lain-lain.
2. Masih sempat mendirikan madrasah nurul ulum jekulo bersama-samabapak K. Kholil Yasir, bapak Drs. Nasikhun AS, KH. Halimi dan lain-lain. Karena K. Kholil Yasir sudah kembali kerahmatullah, pelajaran dimulai hari ahad pahing tanggal 4 januari 1970 bertempat di gedung SD III jekulo (sore hari) jam 13:00-17:50 (bersamaan hari dengan mulai dibukanya MTs Sultan Agung Jekulo)
Untung keadaan tersebut tidak berlangsung lama, karena beliau berdua (bapak KH Ishaq Hambali dan KH. Ma’shum Rosyidie) segera tanggap untuk mengambil sikap dan solusi atas permasalahan yang muncul yaitu, dalam kapasitasnya sebagai pengurus madrasah ibtidaiyah salafiyah jekulo. Kemudian segera dilakukan pembenahan manajemen sekolah, sekaligus diadakan rintisan pendirian lembaga ppendidikan madrasah Tsanawiyah wahi hasyim salafiyah sebagai kelanjutan dari madrasah ibtidaiyah salafiyah yang sudah berjasa dalam kecamatan jekulo dan untuk mewujudkan usaha tersebutlalu diibentuklah sebuah panitia pendiri / perintis madrasah Tsanawiyah wahid hasyim salafiyah yang bekerja selama masa atau periode 1979-1982, dengan susunan dan keanggotaan .
Setelah berhasil melakukan rekruitmen tenaga pengajar dan berbagai kesiapan sarana dan prasarana, maka segera dilakukan pendaftara murid baru.denga dibukanya MTs Wahid Hasyim salafiyah yang baru ini tanggapan dan dukungan positif dari masyarakat tercatat begitu besar, khususnya masyarakat dikecamatan jekulo, terbukti banyak putra-putri mereka dimasukkan di MTs Wahid Hasyim Salafiyah ini, dan allhamdulillah sejak saat itu dapat dimulai proses belajar mengajar.
Adapun dewan guru yang sangat berjasa dalam awal pengembanga sekolah MTs Wahid Hasyim Salafiyah Jekulo selama periode juli 1979-1982 M adalah:
1. Rois Am : Bapak KH. Ishaq Hambali
2. Kepala Madrasah : Bapak Ahmad Qomaruddin. BA
3. Wakil Kepala Madrasah : Bapak Hamdan Suyuti
4. Koordinator didalam dan diluar : Bapak KH. Ma’shum Rosyidie
5. TU / Perlengkapan : 1. Bapak Munichan Sy
2. Bapak Muh Zaid
Lalu dibentuklah panitia pendiri perintis MTs Wahid Hasyim Salafiyah jekulo yang bekerja selama masa periode 1979-1982 seperti berikut: madrasah Tsanawiyah (MTs) Wahid Hasyi Salafiyah telah didirikan Oleh panitia pendiri / perintisnya pada:
Hari : senin kliwon
Tanggal : 7 Rajab 1399 H (Tahuun Dal) atau
Tanggal : 3 Juni 1979 M
Dan dimulai pelajaranya pada:
Hari : Rabu Kliwon
Tanggal : 8 Sya’ban 1399 H (Tahun Dal) atau
Tanggal : 4 Juli 1979 M pada pagi hari (jam 07:00-12:55)
Bertempat : digedung madrasah ibtidaiyah salafiyah (tanah waqaf) didesa jekulo
kecamatan jekulo kabupaten kudus.
Madrasah tsanawiyah tersebut didirikan karena :
1. Merupakan penerus perjuangan dalam bidang pendidikan dan keterlanjutan pendidikan kemadrasahan dari madrasah ibtidaiyah jekulo yang dirintis dan didirikan pada tahun 1374 H (tahun Zak) atau tahun 1955 M oleh Almarhum KH. Hambali Siraj .
2. Dan karena dalam tahun tersebut dalam wilayah kecamatan jekulo belum ada madrasah diniyah, ibtidaiyah, Tsanawiyah yang dibuka pelajaranya pada pagi hari.


Pengurus madrasah Tsanawiyah Wahid Hasyim Salafiyah Jekulo dan juga sebagai panitia pendiri / perintisnya tahun 1979 s/d 1982 M sebagai berikut:
1. Ketua : Bpk KH. Ishaq Hambali
2. Wakil ketua : Bpk KH. Ma’shum Rosyidie
3. Penulis merangkap sebagai bendahara : Bpk Ahmad Qomarudin.BA
4. Pembantu / perlengkapan : Bpk Munichan Sy
Dewan guru MTs Wahid Hasyim Salafiyah periode 1979 s/d 1982 M sebagai berikut:
1. Rois Am : Ust. KH. Ishaq Hambali (Jekulo)
2. Kepala madrasah : Ust Ahmad Qomaruddin. BA (Tanjung Rejo)
3. Waka madrasah : Ust Hamdan Suyuti (Ngloram)
4. Guru / TU : Ust Munichan Sy (Jekulo)
5. Guru / bendahara : Ustadzah Cholifah Hambali (Jekulo)
6. Guru / wakil bendahara : Ustadzah Umroh Hambali (Jekulo)
7. Guru : Ust Zuhaini Ahmad.BA (Jekulo)
8. Guru : Ust Muh Zahid (Jekulo)
9. Guru : Ust Halimi (Gondoharum)
10. Guru : Ust Drs Nimah Muhdi (Demaan Kudus)
11. Guru : Ust Edi Sofyan. BA (Gulang Mejobo)
12. Guru : Ust Imron Rosyidie (Gondoharum)
13. Guru : Ust Muh Rif’an. BA (Demaan Kudus)
14. Guru : Ustadzah Maesaroh (Demaan Kudus)
15. Guru : Ust Ambari (Jekulo)
16. Guru : Ust Drs Nasyaruddin (Jekulo)
Menerima piagam madrasah pertama kali dari kepala bidang agama islam departemen agama propinsi jawa tenngah No. IK / 3.C / 516 / Pgm / TS / 1988 tanggal 10 juli 1981 M. Menerima piagam madrasah kedua kalinya No. WK / 5.C / 47 / Pgm / TS / 1988 tanggal 27 januari 1988 M No. Statistik : II / 47 / 7 / B. Menerima piagam jenjang akreditasi terdaftar dengan No. WK / 5.C / 003173420 / 1990 tanggal 24 Nofember 1994 dengan nomor Statisti Madrasah : 21. 2. 33. 19. 06. 024 tanggal 02 februari 1995.

3. Administrasi
Dapat didefinisikan jumlah pegawai yang ada di Mts Wahid Hasyim adalah sebagai berikut :
 Jumlah pegawai / guru keseluruhan : 38 orang
 Jumlah pegawai laki-laki : 02 orang
 Umlah pegawai perempuan : 01 orang
 Jumlah guru maupun TU : 35 orang
Secara garis besar seperti berikut:
No. Nama Jabatan
1. Kh. Ma’shum Rosyidie Mufattisy
2. Ahmad Izzuddin, M.Ag Mufattisy
3. Moh. Nichan Sy Kamad / Kewarganegaran
4. K. Moh Zahid Waka Keagamaan / Qur’an Hadits
5. M Agus Yusrun Nafi M.Si Waka Kesiswaan / Fiqih
6. Nafin Nihayati, SPd Waka Kurikulum / Bahasa Indonesia
7. H. Ali Mahmudi Guru / matematika
8. Maryati Guru / ketrampilan
9. Dra. Maemanah Guru / SKI
10. Mahmudah Tata Usaha
11. Maulud Spd Guru / Bahasa Inggris
12. M. Zainuri Guru / Khot Imla’ / Taqrib
13. Ahmad Sutiyono Guru / Penjaskes
14. Drs. Imam Syafi’i Guru / IPA
15. Siti Sa’diyah Guru / Aqidah akhlak
16. Zubaedah S.pd Guru / Guru /bahasa Jawa
17. Warti S.Pd Guru / IPA
18. Ali Ahmadi S.Ag Guru / Bahasa Arab
19. Indah Handayani A.Md Guru / Ekonomi
20. Rini Priyantisari, S.Pd Guru / Matematika
21. Tri Susanti, S.Pd Guru / IPS
22. Subiyanto S.Pd Guru / Penjaskes
23. K. Ahmad Juwadi Guru / Fiqih / Tauhid / Mahfudhot

No Nama Jabatan
24. H. Jam’ah Sodiq, S.Ag Guru / Kertangkas
25. Muslikhah, S.Pdi Guru / Matematika
26. Solikin, S.HI Tata Usaha
27. Sri Haryanti Tata Usaha
28. Ahmad Rifa’i, S.Ag Guru / Matematika
29. Muthoharoh Staf Koperasi
30. Yuniati, S.Pd Guru / Bahasa Indonesia
31. Lilik Bidayati R, S.Ag Guru / Ke-Nu-An
32. Murni Indarti, S.Ag Guru / Kertangkes
33. Ulya Latifah, S.PdI Tata Usaha
34 Zihana Susti, S.Si Guru / Matematika
35. Sri Umroh Guru / Bahasa Jawa
36. H. Zubaidi Noor Guru / Matematika
37. Muhammad Sulis Tata Usaha / Tukang Kebun
38. Wahyu Nuzumul Mukhsin Tata Usaha / Tukang Kebun

Sedangkan jumlah siswa-siswi MTs Wahi Hasyim salafiyah dengan perincian sebagai berikut:
 Jumlah siswa-siswi secara keseluruhan : 137 siswa-siswi
 Jumlah siswa : 62 orang
 Jumlah siswi :75 orang
Kemudian akan saya perinci lagi sebagai berikut:
 Kelas IX A Siswa : 8 orang
Siswi : 16 orang
 Kelas IX B Siswa : 19 orang
Siswi : 18 orang
 Kelas IX C Siswa : 5 orang
Siswi : 22 orang
 Kelas IX D Siswa : 20 orang
Siswi : 19 orang
Seteelah mengetahui latar belakang kesejarahan diatas dan setelah saya melihat langsung kondisi sekolahan tersebut, maka permasalahn yang ada pada sekolahan tersebut dapat digambarkan dalam bentuk bagan yang terdapat dibawah ini:
POLEMIK HASIL UJIAN NASIONAL

A. Pendahuluan
Ujian nasional merupakan salah satu syarat kelulusan bagi siswa-siswi yang duduk di kelas 3 SMP maupun SMA atau sederajatnya, karena ujian nasional merupakan barometer kemampuan siswa dala belajar di lembaga pendidikan. Sehingga berhasil atau tidaknya siswa-siswi ditentukan dengan hasil ujian nasional yang diselenggarakan oleh pemerintah, dalam hal ini adalah ementrian pendidikan nasional.
Perlu diketahui, bahwa ujian nasional merupakan suatu momok bagi seorang siswa maupun siswi yang tengah melaksanakan ujian nasional. Seperti banyak diberitakan bahwa ujian nasional mempunyai polemik tersndiri bagi siswa-siswi. Sebagaimana terjadi pada adek (14 tahun), dimana diduga stress karena tidak lulus ujian nasional (UN), siswa SMP lancang kuning di dumai, riau nekat ingin mengakhiri hidup dengan gantung diri. Desi (43 tahun), ibu dari siswa malang itu saat ditemui dikediamanya di kelurahan bumi ayu, kecamatan dumai barat, sabtu (8/5/2010) mengatakan, saat ditemui kondisi anaknya lemas terbelit seutas tali yang tergantung didekat pintu kamar.
“kondisi adek saat saya jumpai sudah pucat dengan mata tertutupdan lidah menjulur. Saya hanya dapat berteriak dan menangis,” kata desi, beberapa warga yang mendengar teriakan desi kemudian brdatangan dan memotong seutas tali yang membelit leher anaknya. Saat diturunkan, adek masih dalam kondisi bernafas sehingga selamat dari tindakan percobaan bunuh diri yang dilakukanya.
Demi memastikan kondisi anaknya, desi dibantu warga lainya kemudian berinisiatif membawa adek ke rumah sakit umum daerah (RSUD) kota dumai.
“Saya nggak tahu kalau dia (Adek-Red) sanggup berbuat seperti itu. Memang sebelumnya saya sempat nasehati karena dia tidak lulus ujian. Sejak saat itu dia terus sering murung dan mengurung diri dikamarnya,” ungkap Desi. Dengan mata berkaca-kaca, Desi mengharapkan kejadian serupa tidak terulang kembali.
B. Rumusan Masalah
Melihat latar belakang diatas dapat ditarik permasalahan yaitu bunuh diri sebagai salah satu alternatif setelah melihat hasil ujian nasional!
C. Pembahasan
1. Teori Bunuh Diri
Membahas mengenai teori sosiologi hal yang paling unik adalah torinya emile durkheim yang mana dia membahas mengenai fenomena bunuh diri. Yang mana bila kita lihat sekilas fenomena ini dapat disebabkan oleh kondisi psikologi suatu individu menurut durkheim yang dikutip oleh richard osborne, bahwa fenomena ini terdapat beberapa tipee sebagai berikut :
a. Bunuh Diri egoistik
Bunuh diri egoistik dapat kita temui apabila individu dlam kondisi suatu masyarakat tidak dapat terintegrasikan oleh kelompoknya, maka dalam hal ini individu tersebut merasa tidak dibutuhkan atau ditiadakan dan dengan perasaan yang demikian maka akan mendorong individu tersebut untuk melakukan bunuh diri.
b. Bunuh Diri Anomik
Bunuh diri Anomik dapat terjadi ketika keadaan suatu kelompok masyarakat dalam keadaan keguncangan dan didalamnya tidak terdapat suatu nilai atau norma yang dapat digunakan sebagai pedoman maka disini individu akan merasa kebingungan dan hal tersebut akan mendorongnya untuk melakukan tindakan bunuh diri.
c. Bunuh Diri Altruistik
Bunuh diri Altruistik, bunuh diri tipe ini disebabkan oleh adanya ikatan sosial yang sangat kuat. Misal dalam tragedi bom bali yang mana dalam analisa kasusnya merupakan bom bunuh diri. Dalam hal tersebut ada sebuah organisasi yang mempunyai misi untuk melakukan pengeboman tersebut, dan karena kuatnya ikatan sosial dalam organisasi tersebut maka slah satu dari anggota kelompok rela mengorbankan dirinya asalkan apa uyang menjadi misi atau tujuan kelompok tersbut dapat tercapai.
d. Bunuh Diri Fatalistik
Bunuh diri fatalistik, terjadi karena tekanan yang teramat oleh kelompok lain, misalnya karena tekanan oleh seoraang majikan terhadap pembatunya atau seperti pada masyarakat budak.

2. Analisis
Melihat dari latar belakan dan teori yang ada diatas, maka dapat dipahami semakin modern kehidupan manusia, semakin kompleks tantangan kehidupan yang harus dihadapi. Kompleksitas tantangan kehidupan ini bisa membuat manusia terguncang atau shock, yang kemudian membuat manusia menjadi gelap mata dan perilakunya menyimpang dari norma-norma sosial maupun norma-norma agama. Orang cenderung semaunya dan tak ingat lagi pada tuhanya. Manusia menjadi beringas, kejam, tak kenal kasih sayang, yang kuat menindas yang lemah, dan yang lebih mengerikan lagi mereka tak segan-segan membunuh untuk memenuhi kehendaknya. Sementara yang lemah semakin terjepit tak berdaya, kemampuan yang tersisa mereka manfaatkan untuk mempertahankan hidup meski dengan mengemis, melacur, mencuri, mencopet dan perbuatan lainya yang sepatutnya tidak dilakukan. Akibat perbuatan ini membuat orang lain resah, dan meningkatnya penyakit sosial. Sehingga mereka dianggap sampah masyarakat yang harus dimusnahkan.
Lahirnya pengemis, gelandangan, anak-anak jalanan,pencuri, pelacur dan sampah masyarakat lainya didasari atas tuntutan materi yang pada umunyamereka kebingungan untuk memenuhinya, karen bekal skill yang mereka miliki tidak memadai. Mereka hanya memiliki semangat dan sedikit keberanian bahwa mereka harus bertahan hidup. Sehingga yang terjadi adalah mereka nekat pergi ke kota-kotabesar dengan harapan memperoleh penghasilan yang bisa membuat hidupnya layak. Namun, karena hanya bermodal nekat dan semangat hidup, di kota mereka sulit mendapatkan lapangan pekerjaan yang membuat hidupnya layak. Akibatnya mereka mengemis, mengamen, memalak, melacur atau pekerjaan-pekerjaan lain yang sejenis. Dengan profesinya inilah kemudian mereka dicap sebagai pengemis, pengamen, pencopet, pemalak, pelacur,suatu profesi di mata masyarakat adalah profesi yang hina.
Umat islam yang ditafsirkan dalam Al-Qur’an menjadi “al-khalifah fi al ard” tetapi yang terjadi adalah sebaliknya. Umat islam tidak bisa menjadi contoh malah menjadi cemoohan dimana-mana.


Itulah kegetiran yang dirasakan saat ini. Kalu mau jujur mayoritas umat islam telah menyimpang dari norma-norma ajaran agamanya sendiri. Semua itu karena lemahnya keimanan umat islam, khususnya di indonesia.
Akibat lemahnya iman ini, orang-orang yang mengerti dan paham tentang hukum-hukum agam tetapi justru mereka dalam kehidupan sehari-hari perilakunya bertentangan dengan ajaran agama islam dan mudah sekali tergelincir kedalam nafsu syaithoniyah. Sehingga dalam mencari penghidupan, umat tidak mau bekerja keras dan memohon pertolongan Allah, malah mempunyai cara tersendiri.
Hidup dan persoalanya menjadi hal yang menyibukkan, seseoranng bahkan serig menjadikanya putus asa. Dalam kehidupan yang serba terbuka sekarang ini, persoalan hidup menjadi semakin beragam dan kompleks. Baik yang datang dari sesorang maupun yang datang dari luar. Kesiapan dan ketangguhan fisik,moral, intelektual dan eomosi sangat seseorang sangat diperlukan agar seseorang dapat hidup bahagia dunia dan akhirat. Sedangkan kelemahan dan kerapuhan pada segi-segi tersebut akan membawanya ke alur kenistaan, kesengsaraan dan kecemasan.
Sebagai seorang muslim kita dituntut berusaha sekuat tenaga mengatasi hidup dan segala persoalanya. Kita harus memiliki iman yang kuat, tegar dalam bersikap dan tabah dalm menghadapi segala persoalan hidup. Hanya saja sebagai manusia kita tidak luput dari khilaf dan dosa. Maka, sebaik-baiknya orang yang khilaf dan dosa adalah mereka yang masih mau kepada tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Ajaran yang telah sempurna dan komprehensif yang telah dicntohkan oleh Rasul Muhammad SAW yang terangkum dalam kitabullah dan sunah Rasul. Bila Al-Qur’an dan sunnah Rasul dipahami dengan benar dan diikuti pasti akan membawa ketentraman dan keselarasan hidup di dunia maupun di akhirat.
Bahagia hidup di dunia dan akhirat adalah salah satu tujuan hidup manusia, dan semua itu akan tercapai jika manusia mau dam mampu beramal saleh dan berakhlak mulia. Maka dari itu, untuk membina dan mengembangkan moralitas seseorang perlu adanya bimbingan rohani.
Karena bimbingan roani merupakan bantuan pencerahan dan pembinaan jiwa, ermasuk hati dan akal. Rohani manusia mempunyai unsur daya atau kemampuan pikir, merasakan atau menghayati dan kehendak atau hawa nafsu. Dengan berpijak pada firman-firman illahi dan hadist Nabi. Bimbingan rohani mampu mengontrol dan menyeimbangkan diri dalam segi mentl ruhaniah tersebut, dengan ketentuan orang yang dibimbing diajak untuk mengetahui apa-apa yang perlu diketahuinya. Kemudian memikirkan apa-apa yang perlu dipikirkanya sehingga memperoleh keyakinan, tidak menerima saja tetapi juga tidak menolak begitu saja. Kemudian diajak memahami apa yang perlu dipahami dan dihayati setelah berdasarkan pemikiran dan analisis yang jernih agar diperoleh keyakinan tersebut. Kemudian diajak menginternalisasikan norma dengan mempergunakan semua kemampuan ruhaniah, bukan Cuma mengikuti hawa nafsu (perasaan dangkal, kehendak) semata.
Sehingga dengan kasus yang terjadi pada adek (14) yang tak lulus ujian nasional kemudian mempunyai alternatif untuk bunuh diri dengan alasan tidak menanggung beban dalam pikiranya, maka dapat dikategorikan bunuh diri anomik. Bunuh diri anomik dapat terjadi ketika keadaan suatu kelompok dalam keguncangan dan didalamnya tidak terdapat suatu nilai atau norma yang dapat digunakan sebagai pedoman maka disini individu akan merasakan kebingungan dan hal tersebut akan mendorongnya untuk melakukan tindakan bunuh diri.
D. Penutup
Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahawa mengapa bunuh diri masih dijadikan sebagai alternatif ? padahal kita semua tahu tindakan semacam itu bukan alternatif namanya tapi lebih mengarah ke tindakan konyol. Kalau bicara masalah alternatif pasti selalu muncul ketika masalah itu hadir karena alternatif ada karena masalah itu ada. Salah besar orang yang dirundung masalah, mengambil jalan pintas, menghabisi nyawanya untuk menyelesaikan problem kehidupanya. Inilah yang terjadi dengan Adek (14), dia tidak sabar menghadapi cobaan yang diberikan oleh Allah kepadanya, sehingga dia memilih bunuh diri sebagai obat mujarabnya. Sungguh sempit pemikiran dia, sehingga tindakan yang termasuk kategori dosa besar dalam kacamata agama islam dilanggar juga. Firman Allah SWT dalam surat An-Nisa’ ayat 29 disebutkan: “dan janganlah kamu membunuh diri kami, karena sesungguhnya Allah belas kasih kepadamu”. Oleh karena itu, Islam tidak membenarkan dalam situasi apapun untuk melepaskan diri dari hidup dan menanggalkan pakaian karena ada suatu bala’ yang menimpanya atau karena gagal dalam menggapai cita-citanya. Sebab seorang mukmin diciptakan untuk berjuang, bukan berjuan untuk berperang, bukan untuk lari dari area kehidupan, sebab setiap mukmin mempunyai senjata dan mempunyai kekayaan yang tidak akan habis, yaitu berupa senjata iman dan kekayaan budi. Rasulullah SAW memberikan ancaman kepada orang yang berbuat tindakan kriminal yang keenam ini dengan terhalangnya dari rahmat Allah SWT dan mendapat murka Allah SWT di akhirat.
Memang tidak mudah mencari solusi masalaah yang satu ini. Dibutuhkan banyak sekali komponen yang berperan dalam menyingkapi fenomena bunuh diri yang semakin merabak disemua kalangan. Dalam kasus adek (14) merupakan sebagian kecil dari fenomena bunuh diri yang dilatar belakangi faktor X. Dalam kasus apapun yang melatarbelakangi semua kejadian bunuh diri sebenarnya satu yang menjadi kesamaan mereka (orang yang melakukan bunuh diri) semua nya mempunyai keimanan yang lemah sehingga dengan mudah syaithan-syaithan yang menjadi musuh abadi manusia menyetir. Pola pemikiranya, iman menjadi hal yang paling sentral dalam masalah ini, sehingga disinilah peranan ustadz diperlukan disamping sebagai psikiater (penasehat) yang tepat juga bisa dijadikan sebagai guru spiritual keimanan ketika manajemen qalbu bisa menciptakan keimanan yang kokoh sehingga dengan sendirinya iman tersebut menghasilkan produk sabar dan qona’ah. Kedua produk inilah yang menjauhkan kita semua masuk dalam perangkap syaithan yang terkutuk. Sesulit apapun cobaan apalah artinya kalu kita letakkan “surga” dalam hati kita. Ketika penggalan kalimat diatas dapat merasuk didalam .qalbu kita senua saya kira keimanan yang kokoh dan aktualisasi keimanan sudah bisa dijadikan salah satu solusi yang ampuh untuk mengikis merebaknya kasus bunuh diri.
Hidup ini pedih ! akan tetapi hanya terasa seprti cubitan ringan saja, jika kita tahu kejamnya neraka”.
Demikianlah makalah yang dapat saya sampaikan, apabila ada kekurangan dan kesalahan, pemakalah mohon maaf serta dengan hati terbuka pemakalah menerima kritik dan saran yang bersifat membangun. Akhir kata, semoga bermanfaat dan menambah manfaat bagi kita semua. Amin.

Daftar Pustaka

Abdul Malikud Mada, Sampaikan Kebenaran Walau Sat Ayat, Rangkuman Enam Judul, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2000.
Aunur Rahim Faqih, Bimbingan dan Konseling Dalam Islam, UII Press Yogyakarta, 2001.
DUMAI, Tribunkaltim.co.id, Minggu, 9 Mei 2010, 08:35 WITA
Usman, Al-Qur’an dan Ilmu Jiwa, Pustaka Setia, Bandung, 1981.
Richard Osborne, dkk, Mengenal Dan Memahami Sosiologi. Scientific Press, Batam, 2005.

Minggu, 18 April 2010

SEJARAH RADEN AYU NAWANGSIH DAN RADEN BAGUS RINANGKU DI DESA KANDANGMAS KECAMATAN DAWE KABUPATEN KUDUS

SEJARAH RADEN AYU NAWANGSIH DAN RADEN BAGUS RINANGKU DI DESA KANDANGMAS KECAMATAN DAWE KABUPATEN KUDUS
A. Latar Belakang Masalah
Dalam apa yang disebut Legenda Hutan Jati Masin, diceritakan betapa Sunan Muria mempunyai banyak murid, yang bukan hanya belajar ilmu agama, melainkan juga berkesenian dan olah kanuragan. Murid-muridnya datang ke Colo dari berbagai tempat seperti Tayu, Pati, dan Pandanaran yang kini disebut Semarang, dari daerah inilah datang berguru Raden Bagus Rinangku. Syahdan, karena sang pemuda tampan dan sakti, putrinya yang bernama Raden Ayu Nawangsih saling jatuh hati dengan pemuda tersebut. Adapun Sunan Muria ternyata tidak merestuinya, karena telah memilih Kyai Cebolek sebagai menantu. Sampai di sini, kita saksikan suatu manuver yang sering ditemukan dalam legenda Jawa: Sunan Muria menugaskan Bagus Rinangku untuk menumpas para perusuh, yang merampok dan membunuh di sekitar Muria, tentu maksudnya agar Bagus Rinangku perlaya di tangan mereka. Namun ternyata pemuda Pandanaran ini bukan hanya berhasil membasminya, melainkan juga membuat salah seorang di antaranya bertobat dan memperdalam ilmu agama. Kelak mantan perampok ini terkenal sebagai Kiai Mashudi.
Melihat dari sekulumit perjalanan di atas, maka penulis ingin memahami lebih dalam mengenai sejarah Raden Ayu Nawangsih dengan Raden Bagus Rinangku yang ada di Dukuh Masin Desa Kandangmas Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus.
B. Pembahasan
Sunan Muria adalah salah seorang anggota dari Walisongo yang menyebarkan agama Islam didaerah Kudus tepatnya di Desa Colo Kecamatan Dawe dan Colo juga dikenal dengan Lereng Gunung Muria. Sebagai seorang muballigh yang terkenal karena ilmu dan kesaktian yang dimiliki, maka beliau mempunyai banyak murid yang ingin berguru atau mencari ilmu (ngangsu kaweruh) kepada Sunan Muria.
Raden Bagus Rinangku adalah salah seorang dari murid Sunan Muria yang terkenal paling cerdas, cakap juga tampan rupanya, dan karena kelebihan yang dimiliki ini, Raden Ayu Nawangsih salah seorang putri Sunan Muria jatuh cinta kepada Raden Bagus Rinangku, bahkan mereka telah saling berjanji akan mengarungi hidup bersama meskipun halangan dan rintangan datang menghadang.
Sunan Muria mengetahui hal ini dan bermaksud untuk menggagalkan maksud dari dua muda-mudi yang sedang kasmaran ini, karena Sunan Muria telah berjanji pada seorang muridnya yang bernama Kyai Cebolek untuk menjodohkan Raden Ayu Nawangsih dengan dirinya. Untuk melaksanakan rencana ini, Sunan Muria menyiapkan berbagai tugas berat untuk Raden Bagus Rinangku dengan harapan dia gagal melaksanakan tugas itu dan mengurungkan niatnya untuk bersatu dengan Raden Ayu Nawangsih karena dia merasa malu kepada Sunan Muria.
Salah satu rencana dari Sunan Muria adalah dengan memerintah Raden Bagus Rinangku untuk membasmi geromblan pengacau atau perusuh yang sering merampok dan merampas harta penduduk, dan bila Raden Bagus Rinangku maka dialah justru yang menjadi korban keganasan perusuh dan matilah Raden Bagus Rinangku. Namun perkiraan Sunan Muria meleset karena Raden Bagus Rinangku berhasil melaksanakan perintah bahkan telah menyadarkan salah seorang anggota perusuh untuk bertobat.
Mengetahui rencananya gagal, Sunan Muria telah menyiapkan rencana yang lain. Tugas berat kedua yang diperintahkan Sunan Muria kepada Raden Bagus Rinangku adalah memerintahkan dia untuk menjaga burung (tunggu manuk) agar tidak memakan padi yang sudah menguning di sawah yang berada jauh dari Colo atau tepatnya di Dukuh Masin (sekarang Dukuh Masin masuk Desa Kandang Mas Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus).
Suatu hari Sunan Muria mengecek apakah Raden Bagus Rinangku telah melaksanakan tugasnya dengan baik, namun ternyata Raden Bagus Rinangku melalaikan tugasnya dengan membiarkan burung-burung bebas memakan padi yang sudah menguning dan yang lebih membuat Sunan Muria marah adalah karena Raden Bagus Rinangku tertangkap basah sedang memadu kasih dengan Raden Ayu Nawangsih.
Melihat hal ini Sunan Muria marah besar dan Raden Bagus Rinangku segera memohon maaf kepada Sunan Muria, dan berjanji sanggup mengembalikan padi-padi yang telah dimakan burung-burung tersebut pada keadaan semula. Dengan kesaktian dan ijin dari Tuhan, maka kembalilah padi-padi itu pada keadaan semula.
Sunan Muria semakin marah dengan apa yang dilakukan Raden Bagus Rinangku, karena telah memamerkan kesaktian yang dimilki kepada Gurunya. Karena merasa tersaingi, maka Sunan Muria menarik panahnya dan diarahkan ke Raden Bagus Rinangku dengan maksud untuk menakut-nakutinya, namun anak panah itu melesat dan menembus perut Raden Bagus Rinangku tembus sampai punggungnya, dan tewaslah Raden Bagus Rinangku.
Melihat kejadian ini, Raden Ayu Nawangsih menagis meraung-raung dan segera menubruk tubuh Raden Bagus Rinangku yang tertelungkup di tanah. Anak panah yang menembus punggung Raden Bagus Rinangku itu menembus pula perut Raden Ayu Nawangsih, dan tewaslah Raden Ayu Nawangsih di hadapan Ayahnya. Jenazah kedua muda-mudi ini pun dimakamkan diatas sebuah bukit di mana keduanya memadu kasih.
Kematian muda-mudi ini amat menggemparkan penduduk sekitar Masin. Para pelayat yang ikut mengantarkan jenazah kedua muda-mudi ini tertegun berdiri terpaku, keharuan mencekam mereka yang berduka ketika mendengarkan nasehat Sunan Muria. Setelah jenazah selesai dikuburkan, para pelayat masih meratapi nasib kedua muda-mudi itu, dan Sunan Muria berkata “ah bagaikan pohon jati saja engkau semua, berdiri terpaku tak bergerak dibukit”. Ketika itu pula semua pelayat berubah menjadi pohon jati. Hingga sekarang pohon jati itu masih ada dan pohon-pohon jati itu dikeramatkan oleh penduduk sekitar makam Raden Bagus Rinangku dan Raden Ayu Nawangsih.
C. Analisis
Bentuk : Cerita Raden Bagus Rinangku dan Raden Ayu Nawangsih disebarkan dari mulut ke mulut sehingga disebut sebagai cerita lisan atau dalam bahasa ilmiahnya disebut folklore lisan. Namun karena ada perhatian yang besar dari salah seorang penulis bernama Umar Hasim, maka cerita diatas telah ditulis dalam sebuah bab dalam buku yang berjudul “Sunan Muria” (Antara Fakta dan Legenda). Meskipun sudah ditulis dalam bentuk buku cerita diatas tetap merupakan folklore. James Danandjana menyatakan bahwa “Folklor tidak berhenti folklore apabila ia telah diterbitkan dalam bentuk cetakan atau rekaman (Danandjaja, 1986 : 5).
Fungsi : cerita diatas memiliki fungsi sebagai alat pendidikan, karena didalammya terdapat pesan moral yang sangat besar. Pertama, bahwa kita harus senantiasa menghormati guru kita, meskipun guru mempunyai maksud tersembunyi yang tidak ketahui terhadap keselamatan diri kita; Kedua, jangan sampai kita melanggar perintah guru karena guru merupakan orang tua kita kedua setelah orang tua kandung kita dirumah. Ketiga, bahwa kisah ini memiliki tendensi tertentu kepada Sunan Muria, dimana telah memojokkan Sunan Muria sebagai seorang pembunuh, padahal tidaklah mungkin seorang ulama besar bertindak demikian kecuali terpaksa, terbunuhnya Raden Bagus Rinangku adalah ketidaksengajaan karena Raden Bagus Rinangku telah berbuat dosa besar, yaitu berzina. Maksud ungkapan menjaga burung (Njaga manuk = bahasa jawa) itu adalah kelamin laki-laki, jadi Raden Bagus Rinangku diperintahkan untuk menjaga alat kelaminnya agar jangan sampai berbuat zina, namun Raden Bagus Rinangku telah lalai dan tertangkap basah oleh Sunan Muria sedang berbuat zina dengan Raden Ayu Nawangsih.
Sifat : cerita diatas juga bersifat mendidik, keagamaan dan sejarah. Bersifat mendidik karena cerita diatas membawa pesan moral kepada generasi muda sekarang yang cenderung hidup bebas tanpa memperhatikan nilai, norma dan etika dalam masyarakat, sehingga banyak terjadi kasus seks bebas dan hamil diluar nikah yang sungguh sangat memalukan dan mengerikan. Bersifat keagamaan, karena di sini membawa nama besar seorang Wali Songo yaitu Sunan Muria yang terkenal pandai dalam agama dan sakti mandra guna dan yang terpenting adalah bahwa adanya ajaran untuk dapat mengontrol diri dan nafsu melalui berbagai usaha mendekatkan diri kepada Tuhan YME, seorang pemuda yang taat kepada Tuhan YME akan menolak berzina sekalipun diajak oleh seorang wanita yang amat cantik, karena dia takut akan azab yang diberikan Tuhan YME. Bersifat sejarah karena cerita diatas telah menjadi bagian dari sejarah masyarakat desa Kandang Mas yang sangat menghormati Sunan Muria dan bersimpati bahkan empati kepada dua muda-mudi tersebut. Karena kesaktian yang dimiliki Sunan Muria, jadilah mereka (pelayat) pohon jati yang sampai sekarang masih dikeramatkan. Sampai sekarang juga dimakam Raden Bagus Rinangku dan Raden Ayu Nawangsih selalu saja ada pemuda atau pemudi yang datang untuk sekedar berziarah atau pun meminta berkah untuk mendapatkan jodoh.
Sumber:
Erik Aditia Ismaya, Raden Ayu Nawangsih (Putri Sunan Muria) dan Raden Bagus Rinangku, Artikel Sosiologi, 18 September 2008.
Sukab, Sunan Muria, Eksis Dalam Legenda: Walisanga, Ziarah Pustaka 2, Artikel Sosiologi, 20 September 2007.
Wawancara dengan warga Desa Kandangmasa Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus

PENGARUH PEMAHAMAN AJARAN AGAMA ISLAM DAN PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP MOTIVASI MENDIDIK ANAK DI DESA KANDANGMAS DAWE KUDUS

PROPOSAL PENELITIAN
Nama : Husnul Inayati
Nim : 107213
Jurusan : Tarbiyah/PAI
Judul : PENGARUH PEMAHAMAN AJARAN AGAMA ISLAM DAN PERHATIAN ORANG TUA
TERHADAP MOTIVASI MENDIDIK ANAK DI DESA KANDANGMAS DAWE KUDUS

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Anak adalah harapan bagi orang tunya. Dia merupakan hasil dari buah kasih sayang yang diikat dalam suatu perkawinan antara suami istri dalam satu keluarga. Segala yang terbaik pantaslah diberikan kepada anak, termasuk dalam pemenuhan sandang, pangan, tempat tinggal, pendidikan dan lain sebagainya.
Satu hal yang terpenting adalah maslah pendidikan yang merupakan sebuah kewajiban bagi orang tua untuk memberikan dan hak anak untuk mendengarkannya.
Orang tua memiliki tugas utama dalam pendidikan anak, yaitu menjadi peletak dasar bagi pendidikan akhlak dan pandangan hidup keagamaan. Sifat dan tabiat anak sebagian besar diambil dari kedua orang tuanya dan dari anggota keluarga yang lainnya, ketika seorang anak masih berusia 0-2 tahun. Pada masa ini anak sangat bergantung kepada orang lain, dia tidak dapat hidup tanpa bimbingan orang-orang sekitarnya dan lingkungan pertama yang dialami oleh anak adalah asuhan ibu dan ayah. Dan yang terpenting lagi pendidikan dimuali sejak dini, karena perkembangan jiwa anak mulai tumbuh sejak dia kecil, sesuai dengan fitrahnya.
Keluarga adalah wadah pertama dan utama bagai pertumbuhan dan pengembangan anak. Jika suasana keluarga itu baik dan menyenangkan, maka anak akan tumbuh dengan baik pula. Jika tidak, tentu akan terhambatlah pertumbuhan anak tersebut. Keluarga merupakan pusat pendidikan yang paling berpengaruh dibandingkan yang lain, karena seorang anak masuk Islam sejak awal kehidupannya, dan dalam keluargalah ditanamkan benih-benih pendidikan.
Seorang ibu sangat besar pengaruhnya dalam membimbing anak seiring dengan pertumbuhannya. Para ibu hendaknya memperhatikan berbagai permasalahan mengenai anak. Pada masa balita atau masa pertama bagi anak, maka ibu hendaknya mengetahui pendidikan bahwa pada masa ini hanya berupa latihan-latihan kebiasaan, hingga anak bisa berkata, maka ia mulai megenal kata-kata yang ada hubungannya dengan lingkungannya.
Ajaran agama Islam adalah suatu pengembangan agama Islam. Agama Islam bersumber dari al-Qur'an yang memuat wahyu Allah dan al-Hadist yang memuat sunnah Rasulullah.
Komponen utama agama Islam atau unsur utama agama Islam (aqidah, syariah dan akhlak) dikembangkan dengan rakyu atau akal pikiran manusia yang memenuhi sarat untuk mengembangkannya. Yang dikembangkan adalah ajaran agama yang terdapat dalam al-Qur'an dan al-Hadist. Dengan kata lain yang dikembangkan dapat dipahami manusia adalah wahyu Allah dan Sunnah Rasulullah yang merupakan agama (Islam).
Jelaslah bahwa sumber agama Islam atau sumber ajaran agama Islam adalah ajaran yang bersumber dari ajaran Islam yan dikembangkan oleh akal pikiran manusia yang memenuhi syarat untuk mengembangkannya. Dengan demikian, ajaran Islam merupakan pengembangan agama ata ajaran agama Islam. Sumber utamanya sama yaitu al-Qur'an dan al-Hadist tetapi untuk ajaran Islam ada sumber tembahan atau sumber pengembangan yaitu rakyu atau akal pikiran manusia.
Sukanto Reksohadiprojo memberikan pengertian bahwa motivasi adalah sesuatu yang membuat seseorang bertingkah laku atau paling tidak berkeinginan untuk bersikap tertentu. Menurut Reksohadiprojo dan Handoko motivasi huga diartikan sebagai keadaan dalam diri pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan. Motivasi yang ada pada saat ini seseorang akan mewujudkan suatu perilaku yang diarahkan pada tujuan mencapai sasaran keputusan. Jadi motivasi bukanlah suatu yang dapat diamati, tetapi merupakan hal yang dapat disimpulkan karena adanya sesuatu perilaku yang tampak. Batasan motivasi menurut Wexly dan Yukl dapat diartikan sebagai proses dimana perilaku energi dan diarahkan.
Setiap perbuatan yang dilakukan manusia baik yang disadari (rasional) atau yang tidak disadari (mekanik atau naluri) pada dasarnya merupakan sebuah wujud untuk menjaga sebuah keseimbangan hidup. Jika keseimbangan ini terganggu, maka akan timbul suatu dorongan untuk melakukan aktivitas guna mengembalikan keseimbangan kondisi tubuh.
Dari pendapat di atas dapat dilihat bahwa seorang anak lebih mudah menerima muatan pendidikan termasuk pendidikan agama, melalui apa yang di contohkan oleh orang-orang disekitanya daripdada melalui cara yang lain, seperti nasehat-nasehat maupun petunjuk-petunjuk secara lisan. Maka dari itu seorang ibu dituntut untuk bersikap yang baik dalam keseharian.
Dari fenomena di atas, mendorong penulis untuk mengadakan penelitian dengan mengambil judul "PENGARUH PEMAHAMAN AJARAN AGAMA ISLAM DAN PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP MOTIVASI MENDIDIK ANAK"


B. Penegasan Istilah
Memudahkan pemahaman dan menjaga agar tidak terjadi kesalahan pemahaman dalam penulisan skripsi ini, maka penulis jelaskan pokok masalah yang berkaitan dengan judul "PENGARUH PEMAHAMAN AJARAN AGAMA ISLAM DAN PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP MOTIVASI MENDIDIK ANAK", antara lain:
1. Pengaruh
Pengaruh merupakan daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang, benda) yang ikut membentuk watak kepercayaan atau perbuatan seseorang.
2. Pemahaman
Pemahaman berasal dari kata dasar paham, yang berarti banyaknya pengetahuan, pikirannya tidak berkesesuaian dengan kebanyakan orang, mengerti benar, tahu benar, pandai. Pengertian pemahaman dari Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah proses, perbuatan, cara memahami atau memahamkan.
3. Ajaran Agama Islam
Ajaran Agama Islam adalah pedoman pokok yang mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhannya, manusia dengan sesama manusia, manusia dengan makhluk hidup lain, serta hubungannya dengan alam sekitar yang harus diyakini dan dijalankan. Ajaran di sini dimaksudkan ajaran Islam, jadi yang menjadi pedoman hidup manusia adalah ajaran-ajaran Islam seperti yang dibawakan oleh Rasulullah SAW.
4. Perhatian
Perhatian adalah respon umum terhadap sesuatu yang merangsang dikarenakan adanya bahan-bahan apersepsi pada kita. Akibatnya maka menyempitkan kesadaran kita dan memusatkannya kepada hal-hal yang telah merangsang kita.
5. Orang Tua
Orang tua adalah orang yang bertanggung jawab terhadap pendidikan anak di rumah. Dalam hal ini dapat berwujud bapak, ibu, saudara, dan lain-lain.
6. Motivasi Mendidik Anak
Motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya "feeling" dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan, atau disebut daya penggerak yang telah menjadi aktif.
Mendidik adalah memberi ajaran mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran.
Anak merupakan amanat (Tuhan) bagi kedua orang tuanya. Yang dimaksud di sini adalah bahwa anak menjadi objek yang di didik oleh orang tuanya sebagai pengemban amanat Allah tersebut. Artinya anak memiliki hak untuk menerima pendidikan dari orang tuanya, khususnya ibu sebagai sumber yang menjadi objek dalam penelitian ini. Batasan usia bagi anak dalam penelitian ini adalah anak yag masih berusia balita (di bawah lima tahun) atau lebih khusus lagi antara 4 sampai 5 tahun.
Dari berbagai penjelasan istilah di atas, dapat disimpulkan bahwa maksud judul adalah sebuah penelitian mengenai pemahaman yang diketahui orang tua mengenai ajaran agama Islam dan perhatian orang tua dalam usaha mendewasakan mental anak melalui ajaran agama Islam yang diajarkan.


C. Batasan Penelitian
Dalam penelitian ini membatasi pada:
1. Pemahaman ajaran agama Islam
2. perhatian orang tua
3. motivasi mendidik anak
D. Rumusan Masalah
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, maka dalam hal ini penulis dapat merumuskan terlebih dahulu masalah yang akan dibahas. Aapun rumusan masalah tersebut adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana pemahaman ajaran agama Islam terhadap motivasi anak didik?
2. Bagaimana perhatian orang tua terhadap motivasi anak didik ?
3. Adakah pengaruh antara pemahaman ajaran agama Islam dan perhatian orang tua secara bersama-sama terhadap motivasi mendidik anak ?
E. Tujuan Penelitian
Dari penelitian ini dapat diperoleh jawaban terhadap pokok masalah yang telah dirumuskan, yaitu:
1. Untuk mengetahui pemahaman ajaran agama Islam terhadap motivasi anak didik
2. Untuk mengetahui perhatian orang tua terhadap motivasi anak didik
3. Untuk mengetahui adakah pengaruh antara pemahaman ajaran agama Islam dan perhatian orang tua secara bersama-sama terhadap motivasi mendidik anak
F. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dalam penelitian ini adalah:
1. Manfaat Teoritis
a. Untuk menambah dan memperluas khasanah pemahaman dalam masalah ajaran agama Islam khususnya ajaran agama Islam dan perhatian orang tua
b. Sebagai bahan dasar untuk penelitian lebih lanjut mengenai pemahaman dalam ajaran agama Islam dan perhatian orang tua untuk memberikan didikan pada anak.
c. Untuk lebih mendukung teori yang berhubungan dengan masalah yang dibahas dalam penelitian ini
2. Manfaat Praktis
a. Sebagai renungan bahwa ajaran agama Islam sangat baik diberikan kepada anak saat anak dalam usia kanak-kanak.
b. Penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi praktisi pendidikan khususnya yang terkait dengan pemahaman ajaran agama Islam dan perhatian orang tua dalam motivasi mendidik anak.
II. LANDASAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS
A. Deskripsi Teori
1. Pengertian Pemahaman
Pemahaman adalah kemampuan seseorang dalam mengartikan, menafsirkan, menterjemahkan atau menyatakan sesuatu dengan caranya sendiri tentang pengetahuan yang pernah diterima.
Pemahaman dapat diartikan menguasai sesuatu dengan pikiran. Karena itu maka belajar itu harus mengerti secara mental makna dan filosofisnya, maksud dan implikasi serta aplikasi-aplikasinya, sehingga menyebabkan anak dapat memahami suatu situasi. Hal ini sangat penting bagi anak yang belajar. Memahami maksudnya, menangkap maknanya, adalah tujuan akhir dari setiap belajar. Pemahaman memiliki arti yang sangat mendasar yang meletakkan bagian–bagian belajar pada porsinya. Tanpa itu maka skill dan sikap tidak akan bermakna.
Dalam belajar, unsur pemahaman itu tidak dapat dipisahkan dari unsur-unsur pisikologis yang lain. Dengan motivasi, konsentrasi dan reaksi, subjek belajar dapat mengembangkan fakta-fakta, ide-ide atau skil, kemudian dengan unsur organisasi subjek belajar dapat menata dan menuturkan hal-hal tersebut secara berurutan bersama menjadi suatu pola yang logis. Karena mempelajari sejumlah data sebagaimana
adanya, secara bertingkat atau berangsur-angsur, si subjek belajar mulai memahami artinya dan implikasi dari persoalan keseluruhan.
b. Pengertian Ajaran
Ajaran adalah sesuatu yang berisi pedoman pokok yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya (Allah), dengan dirinya sendiri, dengan manusia sesamanya, dengan makhluk bernyawa yang lain, dengan benda mati dan alam semesta ini. Ajaran berwujud prinsip atau pokok-pokok yang disesuaikan menurut keadaan dan kebutuhan pada waktu, bahkan disesuaikan menurut lokasi atau golongan tertentu. Semisal ajaran yang dibawa oleh para Nabi. Semua Nabi membawa ajaran yang berbeda yang disesuaikan dengan kondisi dan keadaan zaman masing-masing dimulai dari ajaran yang dibawa oleh nabi Adam sampai pada nabi Muhammad SAW.
Ajaran yang paling sempurna terletak pada ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, yang berisi seluruh pedoman hidup yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia bagi umat di seluruh dunia. Diwujudkan dalam bentuk al-Qur'an dan al-Hadist.
c. Pengertian Agama
Agama merupakan peranan yang sangat penting dalam hidup dan kehidupan manusia, karena agama tidak hanya mengatur kehidupan manusia di alam akhirat saja, tetapi juga mengatur bagaimana seharusnya hidup di dunia. Agama mengajarkan nilai-nilai moral dan mengajak manusia berbuat baik dalam hubungannya dengan alam sesama manusia. Menurut Abdurrahman, dkk, bahwa kebenaran dan nilai-nilai sebagai hasil pemikiran manusia, tanpa dikendalikan oleh cahaya kebenaran agama akan mudah terjerumus dalam kesesatan.
Zakiah Daradjat, agama adalah yang dirasakan dengan hati, pikiran dan dilaksanakan tindakan serta membentuk dalam sikap dan cara menghadapi hidup pada umumnya. Sedangkan menurut Durkheim (Ahli Sosiologi) yang diutip oleh Muslim Nurdin, dkk, bahwa agama adalah suatu kesatuan sistem kepercayaan dan pengalaman terhadap suatu yang sakral, yaitu yang lain daripada yang lain.
Dari pandangan tersebut, dapat dilihat bahwa inti beragama adalah iman. Dalam iman terdapat unsur perlunya memahami isi wahyu berarti memahami al Qur'an dan as Sunnah. Pemahaman al Qur'an dan as Sunnah seharusnya tercermin dalam pembenaran (tasdiq), perkataan (qaul) dan amal.
d. Pengertian Islam
Islam yaitu patuh menjalani syariat agama yang memuat hukum-hukum dan peraturan-peraturan serta tata cara dalam ibadah dan muamalat sebagai perintah dari Tuhan yang diyakininya.
Jadi dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan, bahwa pemahaman ajaran agama Islam adalah kemampuan seseorang dalam mengartikan sesuatu yang berisi pedoman atau pokok-pokok yang mengatur kehidupan manusia, baik hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, sesama makhluk hidup, benda mati maupun alam sekitar, yang diyakini di dalam hati dan harus dijalankan sesuai dengan norma yang berlaku.
2. Perhatian Orang Tua
Secara terminologi menurut Sumadi Suryabrata, perhatian adalah pemusatan tenaga psikis yang tertuju kepada suatu obyek dan banyak sedikitnya kesadaran yang menyertai sesuatu aktivitas yang dilakukan.
Agus Suryanto memberikan batasan sebagai berikut, perhatian itu merupakan konsentrasi dengan mengesampingkan yang lain daripada itu.
Selain itu Bimo Walgito memberikan definisi perhatian adalah penyelesaian terhadap stimulus yang diterima individu.
Berdasarkan pendapat para ahli tersebut, dapat menarik kesimpulan bahwa perhatian adalah:
a. Merupakan aktivitas jiwa yang terpusat pada suatu obyek dengan mengesampingkan obyek yang lain.
b. Merupakan syarat untuk memahami, mengerti dan memahami, mengerti dan mengamati suatu obyek secara lebih cermat dan teliti.
c. Merupakan upaya selektif terhadap timbulnya rangsangan yang menyertai yang diterima oleh individu secara bersamaan.
d. Berhubungan erat dengan kesadaran diri terhadap aktivitas yang akan dilakukan.
e. Merupakan aktivitas jiwa yang sukar dipengaruhi oleh rangsangan lain yang menyertai atau bersamaan.
Sedangkan pengertian orang tua menurut Thamrin Nasution dan Nur Halijah Nasution, orang tua adalah orang yang bertanggung jawab dalam satu keluarga atau rumah tangga yang dalam penghidupannya sehari-hari lazim disebut Bapak-Ibu.
Berdasarkan pendapat tersebut di atas, maka dapat dikatakan bahwa pengertian perhatian orang tua adalah konsentrasi jiwa orang tua terhadap belajar anak dengan penuh pengamatan dengan mengesampingkan aktivitas yang lain agar anak-anaknya dapat belajar dengan giat.
B. Kerangka Berpikir
Komponen utama agama Islam atau unsur utama agama Islam (aqidah, syariah dan akhlak) dikembangkan dengan rakyu atau akal pikiran manusia yang memenuhi syarat untuk mengembangkannya. Yang dikembangkan adalah ajaran agama yang terdapat dalam al-Qur'an dan al-Hadist. Dengan kata lain yang dikembangkan dapat dipahami manusia adalah wahyu Allah dan Sunnah Rasulullah yang merupakan sumber hukum agama (Islam).
Dari kedua sumber tersebut seseorang dapat terdorong untuk memberikan didikan pada anaknya, karena motivasi sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, bahwa untuk menumbuhkan seseorang untuk melakukan aktivitas sangat diperlukan suatu motivasi. Motivasi yang diberikan oleh suatu individu sebaiknya dapat menimbulkan suatu perubahan yang positif dari apa yang diinginkan oleh si pemberi motivasi.
Motivasi-motivasi datangnya bisa dari dirinya sendiri, bisa dari orang lain, ataupun dari pengaruh lingkungan. Contohnya orang tua bisa sebagai motivator bagi anaknya dalam rangka meningkatkan kegairahan dan pengembangan kegiatan belajar anak. Orang tua harus merangsang dan memberikan dorongan serta reinforcement untuk mendinamisasikan potensi anak.
Selain motivasi yang diberikan oleh orang tua di rumah, juga sangat diperlukan adanya suatu motivasi yang diberikan orang tua kepada anaknya. Agar merasa diperhatikan baik dalam masalah belajar maupun dalam masalah pengembangan yang dialami oleh anak. Anak akan termotivasi untuk memberikan didikan jika adanya sugesti dari orang tua.
Teori belajar behavioral, bahwa perilaku individu di masa lalu mengalami proses penguatan sangat mungkin diulang kembali jika dibandingkan dengan perilaku baru atau dengan kata lain aktivitas yang akan dilakukan sekarang sangat dipengaruhi prestasi yang telah dilakukan pada masa lalu. Berpijak dari teori ini dapat dinyatakan bahwa pelaksanaan proses pembelajaran, keberadaan pendidikan sangat perlu dalam memberikan pemikiran dan penghargaan kepada anak didik agar termotivasi untuk belajar lebih gigih lagi.
Sukanto Reksohadiprojo memberikan pengertian bahwa motivasi adalah sesuatu yang membuat seseorang bertingkah laku atau paling tidak berkeinginan untuk bersikap tertentu. Menurut Reksohadiprojo dan Handoko motivasi juga diartikan sebagai keadaan dalam diri pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan. Motivasi yang ada pada saat ini seseorang akan mewujudkan suatu perilaku yang diarahkan pada tujuan mencapai sasaran keputusan. Jadi motivasi bukanlah suatu yang dapat diamati, tetapi merupakan hal yang dapat disimpulkan karena adanya sesuatu perilaku yang tampak. Batasan motivasi menurut Wexly dan Yukl dapat diartikan sebagai proses dimana perilaku energi dan diarahkan.
Setiap perbuatan yang dilakukan manusia baik yang disadari (rasional) atau yang tidak disadari (mekanik atau naluri) pada dasarnya merupakan sebuah wujud untuk menjaga sebuah keseimbangan hidup. Jika keseimbangan ini terganggu, maka akan timbul suatu dorongan untuk melakukan aktivitas guna mengembalikan keseimbangan kondisi tubuh.
Dari pendapat di atas dapat dilihat bahwa seorang anak lebih mudah menerima muatan pendidikan termasuk Pendidikan Agama, melalui apa yang di contohkan oleh orang-orang disekitarnya daripada melalui cara yang lain, seperti nasehat-nasehat maupun petunjuk-petunjuk secara lisan. Maka dari itu seorang ibu dituntut untuk bersikap yang baik dalam keseharian.
C. Hipotesis
Pada penelitian ini, kami ingin memberi hipotesis awal, agar riset yang dilakukan lebih terarah dan teratur, serta memberi tujuan yang jelas. Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang kebenarannya masih harus diuji secara empiris. Adapun hipotesis yang kami ajukan dan akan diuji kebenarannya dalam proses penelitian ini adalah sebagai berikut:
Ha: Ada pengaruh yang signifikan antara pemahaman ajaran agama Islam terhadap motivasi anak didik.
Ha: Ada pengaruh yang signifikan antara perhatian orang tua terhadap motivasi anak didik.
Ha: Ada pengaruh yang signifikan antara pemahaman ajaran agama Islam dan perhatian orang tua secara bersama-sama terhadap motivasi mendidik anak.
III. METODE PENELITIAN
Metode penelitian adalah cara yang digunakan untuk melaksanakan penelitian atau research yaitu usaha untuk menemukan, mengembangkan, menguji kebenaran suatu pengetahuan yang dilakukan dengan metode-metode ilmiah.

A. Jenis dan Pendekatan Penelitian
Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) yaitu penelitian yang dilakukan di lapangan atau di lingkungan tertentu.
Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif yaitu pendekatan yang menekankan analisis pada data numerical yang diolah dengan metode statistik. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengetahui besar kecilnya pengaruh pemahaman ajaran agama Islam dan perhatian orang tua terhadap motivasi mendidik anak.
B. Populasi dan Sampel
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Sedangkan yang dimaksud dengan sampel yaitu bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.
Menurut Suharsimi Arikunto, bahwa apabila subyek diteliti kurang dari 100 lebih baik diambil semua, tetapi apabila populasi lebih dari 100 maka dapat diambil 10 % - 15 % atau 20 % - 25 % atau lebih.
Dalam penelitian ini menetapkan seluruh warga PKK Desa Kayen sebagai populasi berjumlah 152 orang. Oleh karena itu, berdasarkan pada pendapat Suharsimi Arikunto sebagaimana di atas penelitian populasi, karena jumlah populasinya lebih dari 100, sehingga harus diambil sampel. Untuk mengambil sampel, penelitian ini menggunakan tehnik random sampling, yaitu proses pengambilan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Adapun sampel yang peneliti ambil adalah 25% dari jumlah keseluruhan populasi yaitu 152x25%=38 Sehingga peneliti mengambil sampel yang dijadikan responden adalah 38 orang.
C. Variabel Penelitian
Variabel adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Variabel dalam penelitian ini terbagi dalam tiga bagian, yaitu:
1. Variabel bebas/independent
Variabel independent dalam penelitian ini adalah pemahaman ajaran agama Islam (X1) yaitu , dengan indikatornya adalah:
a. Mampu menunjukkan ajaran agama Islam.
b. Mampu menyebutkan ajaran agama Islam
c. Mampu menjelaskan ajaran agama Islam
d. Mampu memberikan contoh ajaran agama Islam
2. Variabel bebas/independent
Variabel independent dalam penelitian ini perhatian orang tua (X2), dengan indikatornya adalah:
a. Memberikan motivasi kepada anak
b. Memberikan nasehat kepada anak
c. Mengontrol belajar kepada anak
3. Variabel terikat/dependent
Variabel dependent dalam penelitian ini adalah motivasi mendidik anak (Y), dengan indikatornya adalah:
a. Tekun dalam mendidik
b. Berminat besar dalam mendidik
c. Kesanggupan ibu dalam mendidik
d. Mampu memecahkan masalah dalam mendidik


D. Metode Pengumpulan Data
1. Observasi
Observasi adalah dasar semua ilmu pengetahuan. Dalam penelitian ini observasi yang digunakan adalah observasi terus terang atau tersamar. Peneliti dalam melakukan pengumpulan data mengatakan terus terang atau tersamar dalam observasi. Hal ini untuk menghindari kalau suatu data yang dicari merupakan data yang masih dirahasiakan. Kemungkinan kalau dilakukan dengan terus terang, maka peneliti tidak akan diijinkan untuk melakukan observasi. Dalam hal ini yang menjadi pengamatan atau observasi adalah pemahaman ajaran agama Islam, perhatian orang tua, dan motivasi mendidik anak.
2. Dokumentasi
Dokumentasi berasal dari kata dokumen yang artinya catatan peristiwa yang sudah berlalu. Di dalam melaksanakan metode dokumentasi, penulis menyelidiki benda-benda tertulis seperti profil. Dalam metode ini peneliti gunakan untuk mendapatkan kondisi umum. Seperti sejarah perkembangannya, visi, misi dan tujuan, keadaan guru, karyawan, dan siswa, keadaan sarana dan prasarana, dan struktur organisasi.
3. Angket
Angket yaitu sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal lain yang ia ketahui. Metode ini digunakan untuk mengetahui pemahaman ajaran agama Islam, perhatian orang tua, dan motivasi mendidik anak., dalam hal ini yang menjadi responden adalah orang tua.


E. Uji Instrumen
1. Uji Validitas
Uji validitas adalah ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan sesuatu instrumen. Suatu instrumen yang valid mempunyai validitas tinggi. Tes disebut valid apabila tes tersebut benar-benar dapat mengungkap aspek yang diselidiki secara tepat, dengan kata lain harus memiliki tingkat ketetapan dalam mengungkap aspek-aspek yang hendak diukur. Data dikatakan valid apabila mempunyai nilai rhasil lebih besar dari rtabel.
2. Uji Reliabilitas
Reliabel artinya dapat dipercaya jadi dapat diandalkan. Reliabilitas menunjukkan pada suatau pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Tes dikatakan reliabel apabila tes tersebut mampu memberikan hasil yang relatif tetap apabila dilakukan secara berulang pada tingkat ketetapan yang tinggi dalam mengungkap aspek-aspek yang hendak diukur. Data dikatakan reliabel apabila mempunyai nilai lebih besar croanbach alpha 0,60.
F. Uji Asumsi Klasik
Pada penelitian ini juga dilakukan beberapa uji asumsi klasik terhadap model analisis diskriminan yang telah diolah dengan menggunakan program SPSS yang meliputi:
1. Uji Normalitas
Proses uji normalitas data dilakukan dengan memperhatikan penyebaran data (titik) Normal Plot of Regresion Standizzed Residual dari variabel terikat, di mana:
a. Jika data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.
b. Jika data menyebar jauh dari garis diagonal dan/atau tidak mengikuti garis diagonal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.
2. Uji Multikolonieritas
Multikolonieritas dapat dilihat dari nilai tolerance dan VIF. Nilai cut off yang umum dipakai untuk menunjukkan adanya multikolonieritas adalah nilai tolerance <0,10 atau sama dengan nilai VIF>10.
3. Uji Heteroskedastisitas
Pengujian ada tidaknya gejala heteroskedastisitas memakai uji park dengan langkah berikut:
a. Melakukan regresi terhadap model persamaan yang diajukan sehingga diperoleh nilai residual terhadap variabel baru.
b. Hasil residual yang didapatkan kemudian dikuadratkan dan diubah menjadi bentuk log linier setelah bentuk log natural. Melakukan regresi dari semua variabel hasil transformasi dari variabei asli.
c. Melakukan identifikasi terhadap nilai t dengan kriteria sebagai berikut:
• Jika t hitung < t tabel maka asumsi homoskedastisitas diterima.
• Jika t hitung > t tabel maka asumsi homoskedastisitas ditolak.
4. Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode 1 dengan kesalahan periode t-1 (sebelumnya). Autokorelasi muncul karena observasi yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lain. Masalah ini timbul karena residual (kesalahan pengganggu) tidak bebas dari satu observasi ke observasi lainnya. Hal ini sering ditemukan pada data runtut waktu atau time series karena gangguan pada individu/kelompok yang sama pada periode berikutnya. Pada data crossection (silang waktu), masalah autokorelasi relatif jarang terjadi karena gangguan pada observasi yang berbeda berasal dari individu atau kelompok yang berbeda. Ada beberapa yang dapat digunakan untuk mendeteksi ada atau tidaknya autokorelasi, salah satunya adalah dengan menggunakan uji Durbin Watson. Digunakannya uji DW dengan pertimbangan bahwa data yang akan digunakan dalam observasi tidak lebih dari 100 observasi, dari derajat autokorelasinya tidak lebih dari 1.
Kriteria pengambilan keputusan ada tidaknya autokorelasi adalah sebagai berikut:
a. Bila nilai DW lebih rendah dari pada batas atau lower bound (dl), maka koefisien autokorelasi lebih besar dari pada nol, berarti ada autokorelasi positif.
b. Bila nilai DW lebih besar dari (4-dl), maka koefisien autokorelasi lebih kecil dari pada nol, berarti ada autokorelasi negative.
c. Bila nilai DW terletak antara (4-du) dan (4-dl), maka hasilnya tidak dapat disimpulkan.
Secara sederhana, kriteria pengujian dilakukan dalam tahap-tahap sebagai berikut:
- Tingkat signifikansi = 0,05 (α = 5%), 0,10 (α = 10%), 0,15 (α = 15%)
- N-100, k-4
- Nilai DW yang ditentukan dari hasil perhitungan
G. Teknik Analisis Data
Setelah data-data terkumpul selanjutnya dianalisis dengan menggunakan statistik. Adapun tahapannya adalah sebagai berikut:
1. Analisis Pendahuluan
Pada tahapan ini data yang terkumpul dikelompokkan kemudian dimasukkan dalam tabel distribusi frekuensi secara sederhana untuk setiap variabel yang ada dalam penelitian. Sedangkan pada setiap item pilihan dalam angket akan diberi penskoran dengan standar sebagai berikut:

a. Untuk alternatif jawaban A dengan skor 4
b. Untuk alternatif jawaban B dengan skor 3
c. Untuk alternatif jawaban C dengan skor 2
d. Untuk alternatif jawaban D dengan skor 1
2. Analisis Uji Hipotesis
dalam uji ini, terlebih dahulu untuk menguji uji hipotesis deskriptif, yaitu menggunakan rumus uji t sebagai berikut:
t =
Di mana:
t = Nilai t hitung, selanjutnya disebut t hitung
= Rata-rata X
= Nilai yang dihipotesiskan
S = Simpangan baku
n = Jumlah anggota sample
Dalam analisis uji hipotesis untuk pembuktian kebenaran hipotesis yang penulis ajukan. Dalam analisa ini penulis mengadakan perhitungan lebih lanjut pada tabel distribusi frekuensi dengan mengkaji hipotesis. Adapun pengujian hipotesis ini menggunakan rumus analisis regresi. Analisis regresi dilakukan apabila hubungan dua variabel berupa hubungan kausal atau fungsional. Kita menggunakan analisis regresi apabila kita ingin mengetahui bagaimana variabel dependen atau kriteria dapat diprediksikan melalui variabel independen atau predictor.
Dalam analisis hipotesis ini menggunakan rumus regresi ganda, yaitu dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1) Membuat tabel penolong
2) Menghitung regresi linier sederhana dengan rumus:
Y = a + bx
a =
b =
Keterangan :
Y = Subyek dalam variabel dependen yang diprediksikan
a = Harga Y bila X = 0 (harga constant)
b = Angka arah atau koefisien regresi, yang menunjukkan angka peningkatan atau penurunan variabel dependent yang didasarkan pada variabel independent, bila b (+) maka naik dan bila (-) maka terjadi penurunan.
X = Subyek pada variabel independent yang mempunyai nilai tertentu
3) Menghitung nilai a, b1 dan b2 dengan rumus sebagai berikut:
b1 =
b2 =
a =
Keterangan:
b1 : Koefisien regresi variabel X1
b2 : Koefisien regresi variabel X2
a : Harga Y bila X = 0 (harga constant)
4) Membuat persamaan regresi
Y = a + b1X1 + b2X2 + e
5) Mencari rumus korelasi ganda dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
Ryx1.x2 =
Di mana:
Ryx1.x2 : Korelasi antara variabel X1 dengan X2 secara bersama-sama dengan variabel Y
ryx1 : Korelasi product moment antara X1 dengan Y
ryx2 : Korelasi product moment antara X2 dengan Y
ryx3 : Korelasi product moment antara X3 dengan Y
6) Mencari koefisien determinasi dengan rumus sebagai berikut:
R2 =
7) Mencari uji signifikan model FReg dengan rumus sebagai berikut:
Freg =
Keterangan:
Freg : Harga garis regresi
R2 : Koefisien determinasi
N : Jumlah sampel
m : Jumlah prediktor
8) Mengetahui signifikansi terhadap koefisien korelasi ganda dapat menggunakan rumus sebagai berikut:
Fh =
Keterangan:
R : Koefisien korelasi ganda
N : Jumlah variabel independen
m : Jumlah anggota sampel
3. Analisis Lanjut
Setelah diketahui hasilnya maka diinterpretasikan dengan nilai Freg dengan Ftabel pada taraf signifikan 5%. Jika nilai Freg lebih besar atau sama dengan Ftabel berarti hasil penelitian adalah signifikan atau hipotesis yang telah diajukan diterima. Begitu sebaliknya jika nilai Freg lebih kecil dari pada nilai Ftabel berarti hasil penelitian adalah non signifikan atau hipotesis yang telah diajukan ditolak.
































Daftar Pustaka
H. M. Habbib Thoha, Kapita Selekta Pendidikan Islam, Pustaka Pelajar, Bandung, 1996.
Hasbullah, Dasar-dasar Ilmu Pendidikan, PT Raja Grfaindo Persada, Jakarta, 1999.
Zakariyah Daradjat, Pendidikan Islam Dalam Keluarga dan Sekolah, CV Ruhama, Jakarta, 1993.
Khatib Ahmad Santhut, Menumbuhkan Sikap Sosial, Moral, dan Spiritual Anak Dalam Keluarga Muslim, Mitra Pustaka, Yogyakarta, 1993.
Khiriyah Husain Thoha, Konsep Ibu Teladan, Risalah Gusti, Surabaya, 1992.
Iswahyu Hartati, Pengaruh Kesesuaian Kompetensi dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja pegawai Pada Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Jurnal Eksekutif, Vol 2, No 1, 2005.
Abdul Rahman Sholeh Muhbid Abdul Wahab, Psikologi Suatu Pengantar Dalam Perspektif Islam, Kencana, Jakarta, 2004.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta, 1991.
Amin Andullah, Menyatukan Kembali Ilmu-ilmu Agama dan Umum (Upaya Mempertemukan Epistemologi Islam dan Umum), Suka press IAIN Sunan Kalihaga, Yogyakarta, 2003.
Soeganda Poerbaka Watja dan H. AH Harahap, Ensiklopedia Pendidikan, Gunung Agung, Jakarta, 1982.
M. Ngalim Purwanto, Ilmu Pendidikan, Rineka Cipta, Jakarta, 1999.
Oemar Hamalik, Proses Belajar mengajar, Bumi Aksara, Jakarta, 2000.
Trisno Yumono dan Abdullah, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, Arkola, Surabaya, 1994.
Sudjarwo, Beberapa Aspek Pengembangan Sumber Belajar, Mediyatama Sarana Perkasa, Jakarta, 1998.
Sardiman A.M, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2000.
Zakiah Daradjat, Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam, Bumi Aksara, Jakarta, Cet. III, 2004.
Abdurrahman Mas'ud, et, al, Dinamika Pesantren dan Madrasah, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2002.
Zakiah Daradjat, Ilmu Jiwa Agama, Bulan Bintang, Jakarta, 1993.
Muslim Nurdin, et, al, Moral dan Kognisi Islam, Alfabeta, Bandung, 2001.
Muslim A. Kadir, Ilmu Islam Terapan, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2003.]
Amin Abdullah, Menyatukan Kembali Ilmu-ilmu Agama dan Umum (Upaya Mempertemukan Epistemologi Islam dan Umum), Suka Press IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, 2003
Sumadi Suryabrata, Psikologi Pendidikan, Jakarta, Raja Grafindo Persada, 1998.
Agus Suryanto, Psikologi Umum, Jakarta, Bumi Aksara Baru, 1983.
Bimo Walgito, Pengantar Psikologi Umum, Yogyakarta, Andi Offset, 1989.
Thamrin Nasution dan Nur Halijah Nasution, Peranan Orang Tua dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Anak, Jakatra, PT BPK Gunung Mulia, 1989
M. Rosyid, Strategi Pembelajaran Demokratis, UPT UNNES Press, Semarang, 2006.
Iswahyu Hartati, Pengaruh Kesesuaian Kompetensi dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja pegawai Pada Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Jurnal Eksekutif, Vol 2, No 1, 2005.
Abdul Rahman Sholeh Muhbid Abdul Wahab, Psikologi Suatu Pengantar Dalam Perspektif Islam, Kencana, Jakarta, 2004.
Sumadi Suryabrata, Metodologi Penelitian, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1997.
Saifudin Azwar, Metode Penelitian, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 1997.
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R & D), Alfabeta, Bandung, 2006.
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis, Rineka Cipta, Jakarta, 1998.
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif dan R & D, Bandung, Alfabeta, 2008.
Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS, UNDIP Press, Seamarang, 2001.
Singgih Santoso, Uji Validitas dan Reabilitas Data, Alfabeta, Jakarta, 2000.
Masrukhin, Statistik Inferensial Aplikasi Program SPSS, Media Ilmu Press, Kudus, 2006.
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Nama Praktikan : Nor Hidayah
NIM : 107188
Bidang Study : Aqidah Akhlak
Pokok Bahasan : Konsep Iffah, Musawwah dan Ukhuwah
Sub Pokok Bahasan : Memahami Konsep Iffah, Musawwah dan
Ukhuwah
Kelas/ Semester : X / Gasal
Pertemuan Ke : 10
Alokasi Waktu : 2 x 24 menit

Standar Kompetensi : Memahami dan meyakini hakikat akidah islam dan akhlak islam serta mampu mengalisis secara ilmiah hubungan dan dan implementasinya dalam kehidupan sehari- hari
Kompetensi Dasar : Membiasakan diri beradab islami dan berkelakuan terpuji
Materi Pokok : Konsep Iffah, Musawwah dan Ukhuwah
Indikator hasil belajar : 1. Mendefinisikan tentang konsep Iffah, Musawwah dan Ukhuwah
2. Memberi contoh sikap Iffah, Musawwah dan Ukhuwah
3. Menganalisis dalil naqli tentang Iffah, Musawwah dan
Ukhuwah
4. Menyebutkan hikmah beradab Iffah, Musawwah dan Ukhuwah
5. Menyebutkan akibat tidak dilaksanakan Iffah, Musawwah dan Ukhuwah
Tujuan Pembelajaran : - siswa dapat mendefinisikan tentang iffah, musawwah
dan ukhuwah
- siswa dapat memberi contoh sikap iffah, musawwah dan ukhuwah
- siswa dapat menganalisis dalil naqli tentang iffah, musawwah dan ukhuwah
- siswa dapat menyebutkan hikmah beradab iffah, musawwah dan ukhuwah
- siswa dapat menyebutkan akibat tidak dilaksanakn iffah, musawwah dan ukhuwah
Materi Pembelajaran : - Iffah secara bahasa artinya menjauhkan (menahan) dari yang tidak halal.juga berarti kesucian tubuh.
Iffah secara istilah adalah memelihara kehormatan diri
dari segala hal yang akan merendahkan diri, merusak
dan menjauhkannya.
- Musawwah secara bahasa artinya persamaan. Menurut
Istilah, persamaan dan kebersamaan serta penghargaan terhadap sesama manusia sebagai makhluk Allah SWT.
- Ukhuwah secara bahasa artinya persaudaraan. Secara
istilah adalah persaudaraan. Sedangkan menurut istilah adalah persatuan atau persaudaraan antara muslim di dunia tanpa membedakan suku, bangsa, warna kulit, bahasa, dan kewarganegaraan.


- Contoh sikap Iffah
Ada dua orang yang sama memperoleh rejeki dari Allah SWT. Yang seorang menerima dengan ikhlas, menerima apa adanya seberapapun yang diberikan. Dia berusaha untuk memanfaatkannya dengan baik dan terus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa harus mengemis meski dalam keadaan sangat kekurangan. Dan ia pun tak pernah berburuk sangka bahwa Allah tidak adil padanya bahkan terus bersyukur kepada Allah SWT. Sebaliknya seorang yang lain menerima pemberian Allah dengan hati yang tidak ikhlas bahkan penuh prasangka buruk pada Allah, jiwanya selalu tamak terhadap milik orang lain. Bahkan dia sering bermalas malah suka meminta- minta. Sikapnya sangat tidak terpuji.
- Contoh sikap Musawwah
Seorang pemimpin bernama A sangat bersahaja, disegani karena beliau senantiasa tidak menganggap bahwa dirinya lebih segala- galanya dari orang- orang yanb dipimpinnya. Beliau selalu berbuat adil kepada siapapun karena menganggap bahwa semua orang mempunyai derajat yang sama. Bila ada persoalan selalu mengajak bermusyawarah secara demikratis untuk mendapatkan kesepakatan yang harus dipatuhi oleh sesama.
- Contoh sikap Ukhuwah
Ada dua suku yang saling bersaing dan bermusuhan kemudian mereka sering terlibat perang suku yang sangat merugikan kedua pihak. Kemudian ada kesadaran dari mereka setelah sekian lama bermusuhan tifdak mendapatkan apa- apa kecuali kerugian, akhirnya kedua pihak sepakat untuk mengadakan perdamaiaan dan menjalin persaudaraan yang erat. Akhirnya mereka merasakan kedamaian yang luar biasa sehingga mereka membangun bersama apa yanbg sudah rusak akibat perang diantara mereka.
- Dalil naqli tentang Iffah dalam QS. 2/Al-Baqarah: 273
Yang artinya: “(berinfaklah) kepada orang- orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah, mereka tidak dapat (berusaha) di bumi, orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena meemlihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (dijalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.”
- Dalil tentang Musawwah dalam QS. 49/Al-Hujurat
Yang artinya: “Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal- mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah otang yang paling takwa diantara kamu. Sesengguhnya Allh Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”
- Dalil tentang Ukhuwah dalam QS.49/Al-Hujurat: 10
Yang artinya: “orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara, sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.”
- Hikmah berperilaku Iffah, Musawwah dan Ukhuwah
1. Dapat menjauhkan perbuatan-perbuatan yang dapat
Merendahkan martabat.
2. Dapat memiliki keinginan yang sederhana untuk
Tunduk dengan keinginan baik.
3. Dapat menjaga kehormatan diri dalam hubungan
Nya dengan masalah nafsu.
4. Dapat mewujudkan rasa persamaan martabat, dan sederajat kemanusiaan.
5. Dapat membawa pada tingkat ketakwaan yang tinggi.
6. Dapat mewujudkan persaudaraan antara sesamanya
7. Dapat saling memahami kelebihan dan kekurangan, kekuatan dan kelemahan.
Metode Pembelajaran : - Ceramah
- Tanya Jawab
Langkah – langkah
Pembelajaran :
1. Kegiatan Awal :
- Guru masuk kelas, kemudian duduk, kemudian mengucapkan salam dan memulai pembelajaran dengan membaca basmalah (berdoa) bersama-sama
- Guru mengabsen dan menjelaskan secara singkat materi yang akan diajarkan dan kompetensi yang akan dicapai.
2. Kegiatan Inti :
- Guru menjelaskan pengertian konsep iffah, musawwah
dan ukhuwah, sedangkan siswa mendengarkan penjelas
an dari guru.
- Tanya Jawab
- Guru menyimpulkan materi.
3. Kegiatan Akhir :
- Peringatan
- Guru mengakhiri pembelajaran dengan membaca bacaa
n hamdalah bersama-sama.
- Guru mengucapkan salam sebelum guru keluar kelas.
Penilaian :
- Tes Lisan
- Tes Tertulis


Sumber Belajar : - Buku LKS Aqidah Akhlak kelas X
- Buku tunjangan lainnya
KERAMAT RADEN AYU NAWANGSIH DAN RADEN BAGUS RINANGKU DESA KANDANGMAS KECAMATAN DAWE KABUPATEN KUDUS
A. Latar Belakang Masalah
Allah SWT adalah pencipta segala sesuatu. Dia (Allah) menciptakan manusia sebaik-baik kejadian dan menganugerahkan kedudukan terhormat kepada manusia dihadapan caiptaan-Nya yan lain. Kedudukan seperti ini ditandai dengan daya pikir, kemampuan berkreasi dan kesadaran moral. Potensi itulah yang memungkinkan manusia memerankan fungsinya sebagai makhluk individu dan makhluk sosial.
Telah diketahui bahwa manusia adalah makhluk individu, artinya seseorang memiliki ciri khas sebagai pribadi, atau mempunyai eksistensi sendiri. Ini antara lain bisa ditafsirkan dari ayat sebagai berikut:
 •    
Artinya: "Sesungguhnya kami menciptakan segala sesuaru menurut ukuran" (QS. Al-Qamar: 49)
Jadi artinya segala sesuatu yang diciptakan Allah itu mempunyai kadar atau ukurannya masing-masing, berarti setiap sesuatu memiliki perbedaan dengan yang lain, bersifat khas, atau memiliki "individual differences". Sebagai makhluk individual, berarti pula manusia bertugas memperhatikan dirinya sendiri, segala kepentinannya sendiri, bukan cuma kepentingan orang lain.
Selain sebagai makhluk individu, manusia juga termasuk makhluk sosial yang senantiasa berhubungan dengan manusia lain dalam kehidupan masyarakat. Secara kodrati manusia hidup memerlukan bantuan orang lain, bahkan manusia baru akan "menjadi manusia" manakala hidup dan berinteraksi dalam lingkungan masyarakat.
Menurut Islam, manusia merupakan al-khalifahi fi al-ard yang artinya, manusia berfungsi sebagai pengelola alam dan memakmurkannya. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT sebagai berikut:
       
artinya: "Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi". (QS. Al-Fathir: 39)
Umat Islam yang ditafsirkan dalam al Qur'an menjadi "al-khalifah fi al-ard" tetapi yang terjadi adalah sebaliknya. Umat Islam tidak bisa menjadi contoh malah menjadi bahan cemooh di mana-mana. Itulah kegetiran yang dirasakan saat ini. Kalau mau jujur mayoritas umat Islam telah menyimpang dari norma-norma ajaran agamanya sendiri. Semua itu karena lemahnya keimanan umat Islam, khususnya di Indonesia.
Akibat lemahnya iman ini, orang-orang yang mengerti dan paham tentang hukum-hukum agama tetapi justru mereka dalam kehidupan sehari-hari perilakunya bertentangan dengan ajaran agama Islam dan mudah sekali tergelincir kepada nafsu syaithoniah. Sehingga dalam mencari penghidupan, umat tidak mau bekerja keras dan memohon pertolongan pada Allah, malah lari ke dukun, tukang ramal, paranormal, tempat keramat, tokoh spiritual yang mereka anggap mempunyai kemukjizatan.
Sebagai seorang muslim kita dituntut berusaha sekuat tenaga mengatasi hidup dan segala persoalannya. Kita harus memiliki iman yang kuat, tegar dalam bersikap dan tabah dalam menghadapi segala persoalan hidup. Hanya saja sebagai manusia kita tak luput dari khilaf dan dosa. Maka, sebaik-baiknya orang yang khilaf dan dosa adalah mereka yang masih mau kepada tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Ajaran yang telah sempurna dan komprehensif yang telah dicontohkan oleh rasul Muhammad SAW yang terangkum dalam kitabullah dan sunnah Rasul. Bila al Qur'an dan as Sunnah Rasul ini dipahami dengan benar dan diikuti pasti akan membawa ketentraman dan keselarasan dalam hidup di dunia maupun di akhirat.
Menziarahi kubur orang Islam itu disyari'atkan bahkan disunnahkan. Karena Nabi Muhammad SAW menziarahi kuburan di Baqi' (kuburan kaum muslimin di Madinah), dan demikian pula kuburan para syuhuda' perang Uhud. Nabi Muhammad SAW berkata: "Semoga keselamatan (dilimpahkan) atas kalian wahai penghuni kubur dari orang-orang mukmin dan muslim, sedangkan kami insya Allah akan menyusul kalian, kami mohon kepada Allah (semoga) untuk kami dan kalian (diberi) afiat".
B. Pembahasan
Melihat dari latar belakang di atas, dapat diketahui bahwa makam tersebut mempunyai suatu keramat yang sangat besar, seperti mencari jodoh atau melanggengkan pacaran. Hal ini banyak dikunjungi oleh warga sekitar maupun dari luar daerah, seperti Jepara, Demak, Semarang, Pati dan lain sebagainya untuk mendo'akan atau ziarah kubur. Namun, dapat dilihat dari pengamatan penulis kebanyakan yang datang ke sana adalah Adam dan Hawa yang berpasangan untuk melanggengkan perjodohan atau pacaran.
Oleh karena itu, dapat dilihat bahwa niat datang ke ziarah kubur perlu adanya pemahaman yang sangat baik kepada para zairin untuk berziarah ke makam yang dianggap keramat, seperti makamnya Raden Ayu Nawangsih dan Raden Bagus Rinangku yang ada di Desa Kandangmas Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus.
Dengan demikian, bahwa perlu adanya teori yang tepat adalah mengenai adanya ziarah kubur. Ziarah kubur adalah mengunjungi makam (kuburan) seseorang dengan maksud untuk mendo'akan serta memintakan ampunan kepadanya. Dalam berziarah perlu adanya adab dalam ziarah, agar nantinya seseorang dalam berziarah tidak disalah artikan. Sebagaimana yang telah terjadi pada responden. Oleh karena dalam kesempatan ini, peneliti memberikan teori agama melalui adab ziarah, seperti orang yang ziarah dilarang atau tidak boleh meminta sesuatu apapun kepada makam (kuburan), baik maka (kuburan) biasa maupun makam (kuburan) yang mempunyai keramat tinggi, karena yang demikian itu termasuk perbuatan syirik. Syirik itu jika mencampuri ibadah maka merusak ibadah, dan menghapus pahala ketaata, hingga pelakunya termasuk penghuni neraka yang kekal di dalamnya.
Ketahuilah bahwa di antara hal-hal penting yang wajib diketahui adalah mengetahui syirik. Siapa yang tidak tahu syirik boleh jadi dia terjatuh di dalam kemusyrikan, sedangkan dia tidak tahu. Sebagaimana firman Allah SWT:
ومن يشرك بالله فقد ضل ضللا بعيدا (النساء:116)
Artinya: "Barang siapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya" (An-Nisa':116)
Ayat di atas menunjukkan bahwa syirik adalah sebesar-besar dosa. Karena Allah SWT menjelaskan bahwa Dia tidak mengampuni dosa syirik bagi orang yang belum bertobat (sebelum kematiannya). Sedangkan dosa selain syirik maka ada di bawah kehendak Allah SWT, jika dia berkehendak, maka Dia akan mengampuni, dan jika Dia berkehendak. Dia akan menyiksanya karena dosanya itu. Dengan demikian, wajib bagi setiap hamba untuk takut pada kemusyrikan yang merupakan dosa terbesar itu.
Jadi dapat disimpulkan selama dalam berziarah responden kurang begitu memahami makna dan hakikat niat ziarah, karena hal ini dipengaruhi adanya faktor dari dalam dan luar. Faktor dari dalam responden mempunyai niat untuk mendapatkan sesuatu dari makam yang diziarahinya sedangkan faktor dari luar responden terpengaruh dengan adanya lingkungan sekitar.
Oleh karena itu, perlu adanya tata cara berziarah ke makam para waliyullah yang dianggap keramat, karena pada dasarnya hanya Allah yang dapat menolong dan membantu hamba-Nya. Jadi, kita sebagai manusia janganlah menyalahgunakan adanya berziarah ke makam yang keramat, karena semuanya itu tidak ada nilainya apa-apa jika tidak dapat ridho dari Allah SWT.

Senin, 05 April 2010

Byku-Buku tentang Aborsi dan hukumnya menurut islam

#
Reinterpretasi hukum Islam tentang aborsi

Yurnalis Uddin - 2006 - 280 halaman
Sementara pengertian aborsi menurut kalangan medis berbeda-beda. Antara lain sebagaimana yang dikemukakan oleh ... Para ahli hukum Islam (fuqaha ') memberikan definisi yang berbeda meskipun ...
books.google.co.id - Ikhtisar buku - Tak ada pratinjau - Tambahkan ke Perpustakaanku▼ - Dalam Perpusatakaanku: Perubahan▼
#
Indonesia, keluarga berencana ditinjau dari hukum Islam

A. Rahmat Rosyadi, Soeroso Dasar - 1986 - 115 halaman
Seperti di Spanyol cara perceraian dan aborsi merupakan sarana dalam pengendalian penduduk. ... dan bagaimana pandangan Islam ter- hadap abortus? Abortus menurut pendapat ahli kedokteran ...
books.google.co.id - Ikhtisar buku - Tak ada pratinjau - Tambahkan ke Perpustakaanku▼ - Dalam Perpusatakaanku: Perubahan▼
#
Hukum Islam di Indonesia: perspektif Muhammadiyah dan NU

Rifyal Ka'bah - 1999 - 300 halaman
... memutuskan masalah aborsi menurut hukum Islam setelah mempelajari pengertian aborsi secara umum dan secara khusus, ayat-ayat serta Hadits-hadits yang berhubungan dengan topik dan dua kaedah usul fiqh yang berbunyi "keadaan darurat ...
books.google.co.id - Ikhtisar buku - Tak ada pratinjau - Tambahkan ke Perpustakaanku▼ - Dalam Perpusatakaanku: Perubahan▼
#
Al-Muslimun

Tidak ada gambar sampul

1993
... hukum Islam. Sudah kita ketahui bersama bahwa abortus menurut para ahli dibagi menjadi dua macam, pertama abortus spontan (spontaneus abortus) yaitu ... Sebelum penulis masuk pada pembahasan aborsi kaitannya dengan hukum Islam, ...
books.google.co.id - Ikhtisar buku - Tak ada pratinjau - Tambahkan ke Perpustakaanku▼ - Dalam Perpusatakaanku: Perubahan▼
#
Masail fiqhiyah: kapita selekta hukum Islam

Masjfuk Zuhdi - 1988 - 225 halaman
ABORTUS DAN MENSTRUAL REGULATION I. Abortus dan Menstrual Regulation Menurut Hukum Di Indonesia Abortus menurut ... kehamilan atau hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. Dan menurut Maryono ...
books.google.co.id - Ikhtisar buku - Tak ada pratinjau - Tambahkan ke Perpustakaanku▼ - Dalam Perpusatakaanku: Perubahan▼
#
Mimbar Hukum

Tidak ada gambar sampul

Indonesia. Direktorat Pembinaan Badan ... - 1998
Hukum pidana dan hukum Islam memberikan kualifikasi dan pengecualian hukum terhadap aborsi provocatus menurut ... (ahli hukum Islam) mengenai hukum aborsi sangat bergantung pada pandangan mereka mengenai kedudukan janin dalam kandungan. ...
books.google.co.id - Ikhtisar buku - Tak ada pratinjau - Tambahkan ke Perpustakaanku▼ - Dalam Perpusatakaanku: Perubahan▼
#
Aborsi dalam perspektif fiqh kontemporer

2002 - 273 halaman
• Telaah Kritis terhadap Fakta Aborsi dalam Perspektif Fiqh 119 Husein Muhammad • Abortus Menurut Hukum Islam 131 KH. ... Fiqh Kontemporer 212 • Aborsi dalam Pandangan Literatur Islam 228 • Daftar Literatur Islam Tentang Aborsi 261 ...
books.google.co.id - Ikhtisar buku - Tak ada pratinjau - Tambahkan ke Perpustakaanku▼ - Dalam Perpusatakaanku: Perubahan▼
#
Sosiologi hukum Islam

Sudirman Tebba - 2003 - 148 halaman
Begitu pula kalau dilihat dari segi hukum Islam. Menurut mayoritas ulama abortus itu termasuk perbuatan haram. Adanya pendapat ulama yang demikian, maka tidak mustahil penerapan cara abortus dalam program KB nasional ...
books.google.co.id - Ikhtisar buku - Tak ada pratinjau - Tambahkan ke Perpustakaanku▼ - Dalam Perpusatakaanku: Perubahan▼
#
Laporan akhir penelitian tentang aspek hukum pelaksanaan aborsi ...

Tidak ada gambar sampul

Mien Rukmini, Indonesia. Badan Pembinaan Hukum ... - 2004 - 82 halaman
Oleh karena itu menurut pandangan ini aborsi terhadap anak hasil perkosaan tidaklah dapat dibenarkan. 3. Pandangan Hukum a. Hukum Islam. Islam menganut pandangan bahwa setiap bayi yang lahir ke dunia adalah suci dari segala noda dan ...
books.google.co.id - Ikhtisar buku - Tak ada pratinjau - Tambahkan ke Perpustakaanku▼ - Dalam Perpusatakaanku: Perubahan▼
#
Agama dan kesehatan reproduksi

1999 - 327 halaman
Setelah itu baru dikemukakan bagaimana pandangan Hukum Islam tentang aborsi tersebut. Kejadian Manusia Sebelum Lahir Menurut Al-Qur'an dan Hadits Dalam Al-Qur'an terdapat beberapa ayat yang menerangkan tentang proses kejadian manusia, ...
books.google.co.id - Ikhtisar buku - Tak ada pratinjau - Tambahkan ke Perpustakaanku▼

Hukum dan aborsi

HUKUM DAN ABORSI

Menurut hukum-hukum yang berlaku di Indonesia, aborsi atau pengguguran janin termasuk kejahatan, yang dikenal dengan istilah “Abortus Provocatus Criminalis”

Yang menerima hukuman adalah:
1. Ibu yang melakukan aborsi
2. Dokter atau bidan atau dukun yang membantu melakukan aborsi
3. Orang-orang yang mendukung terlaksananya aborsi

Beberapa pasal yang terkait adalah:

Pasal 229

1. Barang siapa dengan sengaja mengobati seorang wanita atau menyuruhnya
supaya diobati, dengan diberitahukan atau ditimbulkan harapan, bahwa karena
pengobatan itu hamilnya dapat digugurkan, diancam dengan pidana penjara paling
lama empat tahun atau denda paling banyak tiga ribu rupiah.
2. Jika yang bersalah, berbuat demikian untuk mencari keuntungan, atau menjadikan
perbuatan tersebut sebagai pencarian atau kebiasaan, atau jika dia seorang tabib,
bidan atau juru obat, pidananya dapat ditambah sepertiga.
3. Jika yang bersalah, melakukan kejahatan tersebut, dalam menjalani pencarian maka
dapat dicabut haknya untuk melakukan pencarian itu.

Pasal 341

Seorang ibu yang, karena takut akan ketahuan melahirkan anak, pada saat anak dilahirkan atau tidak lama kemudian, dengan sengaja merampas nyawa anaknya, diancam, karena membunuh anak sendiri, dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.

Pasal 342

Seorang ibu yang, untuk melaksanakan niat yang ditentukan karena takut akan ketahuan bahwa akan melahirkan anak, pada saat anak dilahirkan atau tidak lama kemudian merampas nyawa anaknya, diancam, karena melakukan pembunuhan anak sendiri dengan rencana, dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun.

Pasal 343

Kejahatan yang diterangkan dalam pasal 341 dan 342 dipandang, bagi orang lain yang turut serta melakukan, sebagai pembunuhan atau pembunuhan dengan rencana.

Pasal 346

Seorang wanita yang sengaja menggugurkan atau mematikan kandungannya atau menyuruh orang lain untuk itu, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

Pasal 347
1. Barangsiapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang
wanita tanpa persetujuannya, diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas
tahun.
2. Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut, dikenakan pidana penjara
paling lama lima belas tahun.

Pasal 348
1. Barangsiapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang
wanita dengan persetujuannya, diancam dengan pidana penjara paling lama lima
tahun enam bulan.
2. Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut, dikenakan pidana
penjara paling lama tujuh tahun.

Pasal 349

Jika seorang tabib, bidan atau juru obat membantu melakukan kejahatan yang tersebut pasal 346, ataupun melakukan atau membantu melakukan salah satu kejahatan yang diterangkan dalam pasal 347 dan 348, maka pidana yang ditentukan dalam pasal itu dapat ditambah dengan sepertiga dan dapat dicabut hak untuk menjalankan pencarian dalam mana kejahatan dilakukan.

http://www.aborsi.org/hukum-aborsi.htm

Senin, 29 Maret 2010

islam abangan

Islam Abangan - apa itu?

26 January 2009 26 Januari 2009

mosque Islam Abangan adalah stempel yang diberikan kepada orang yang mengaku Islam, tetapi belum menjalankan syari'at secara benar. Islam Abangan adalah stempel yang diberikan kepada orang yang Mengaku Islam, tetapi belum Menjalankan syari'at secara benar. Syari'at yang dimaksud disini bukan hanya Rukun Islam dan Rukun Iman saja. Syari'at yang dimaksud disini bukan hanya Rukun Islam dan Rukun Iman saja. Untuk mengetahui syari'at secara benar, rasanya perlu waktu beberapa tahun dengan cara belajar bahasa Arab, membaca Al-Qur'an dan Hadist, diskusi, berguru, samadi, istiqarah dan sejenisnya. Untuk Mengetahui syari'at secara benar, perlu waktu rasanya Beberapa tahun dengan cara belajar bahasa Arab, membaca Al-Qur'an dan Hadist, diskusi, berguru, Samadi, istiqarah dan sejenisnya. Hal seperti ini yang membuat orang mencoba mencari cara instan untuk menjadi Muslim sejati. Hal seperti ini yang membuat orang mencoba mencari cara instan untuk menjadi muslim sejati. Alasannya karena waktu yang tersedia belum tentu mencukupi untuk mempelajari semuanya. Alasannya karena waktu yang Tersedia belum tentu mencukupi untuk Mempelajari semuanya. Siapa tahu besok mendadak mati. Siapa tahu besok mendadak mati. Jadinya ya sambil belajar sambil mengamalkan. Jadinya ya sambil belajar sambil mengamalkan. Untuk yang belajarnya belum tuntas, boleh saja disebut abangan. Untuk yang belum tuntas belajarnya, boleh saja Disebut abangan. Toh untuk yang bukan abangan juga tidak ada jaminan akan menjadi kekasih Allah dan masuk surga. Toh untuk yang bukan abangan juga tidak ada jaminan akan menjadi kekasih Allah dan masuk surga. Besar kemungkinan hanya jawaban Wallahualam bissawab atau Insya'Allah. Kemungkinan besar hanya jawaban Wallahualam bissawab atau Insya'Allah.

http://translate.google.com/translate?hl=en&sl=en&tl=id&u=http%3A%2F%2Fislamabangan.wordpress.com%2F